Twitter Ungkap Perilaku Konsumen Sambut Momen Belanja Online Nasional

·Bacaan 3 menit

Liputan6.com, Jakarta - Twitter mengungkap percakapan seputar belanja di platform-nya meningkat sebanyak 175 persen hingga Juni 2021, menjelang momen belanja online tahun ini. Temuan ini sejalan dengan survei Twitter menunjukkan adanya peningkatan perilaku belanja online.

Dalam survei tersebut, ada 38 persen pembeli online di Twitter menjadikan aktivitas tersebut sebagai kebiasaan selama pandemi. Karenanya, konsumen banyak melakukan pencarian dan membicarakn soal brand, rekomendasi produk, termasuk diskon di Twitter.

"Orang-orang datang ke Twitter untuk menemukan dan mencari rekomendasi tentang brand tertentu, melakukan review produk melalui utas, serta mendiskusikan produk yang sedang populer atau ramai dibicarakan," tutur Country Industry Head, Twitter Indonesia, Dwi Adriansah dalam media briefing yang dilakukan secara virtual, Selasa (31/8/2021).

Dalam kesempatan itu, Dwi juga membagikan beberapa hasil survei Twitter terkait konsumen belanja online yang dapat menjadi insight bagi brand dalam mempersiapkan momen belanja online nasional. Apa saja? Berikut ini daftar lengkapnya.

1. Konsumen semakin terbiasa berbelanja online dan sangat menunggu momen Hari Belanja Online Nasional tahun ini

Dengan jumlah pengguna internet Indonesia yang menembus angkas 202 juta, hal itu jelas memengaruhi penggunaan platform digital untuk berbelanja. Terlebih, dengan adanya momen belanja online tahun ini.

Survei menunjukkan 23 persen pembeli online setia mengatakan, berbelanja online memberikan mereka pengalaman yang sama dengan belanja di toko offline. Selain itu, ada 25 persen pembeli online di Twitter mengatakan masih akan berbelanja online, meski toko offline nantinya dibuka.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Hasil Survei Twitter Soal Belanja Online

Twitter ungkap 25% konsumen akan tetap belanja online, bahkan setelah toko offline kembali dibuka. (pexels/alexander suhorucov).
Twitter ungkap 25% konsumen akan tetap belanja online, bahkan setelah toko offline kembali dibuka. (pexels/alexander suhorucov).

2. Terdapat sentimen positif pada kondisi keuangan konsumen yang berdampak pada kebiasaan berbelanja online

Pada Mei 2021, 23 persen pengguna Twitter di Indonesia mencatat sentimen positif untuk kondisi keuangan pribadi mereka. Sejalan dengan itu, ada 86 persen orang di Twitter berbelanja online dalam enam bulan terakhir.

Kebiasaan ini juga membuat 70 persen pembeli online di Twitter di Indonesia mencari produk/toko baru di ranah online. Hal ini membuka peluang lebih luas bagi brand meluncurkan produk dan terhubung dengan audiens mereka.

3. Konsumen berinteraksi dengan iklan/informasi di Twitter, lalu berbagi rekomendasi produk/brang dengan konsumen lain

Pembeli online Indonesia di Twitter sangat reseptif dan senang berinteraksi dengan konten terkait belanja online yang mereka lihat. Karenanya, mereka datang ke Twitter untuk berdiskusi dan berbagi informasi mengenai pembelian mereka.

31 persen warga Twitter mengatakan ulasan di Twitter membantu konsumen memutuskan apa yang akan dibeli. Untuk itu, penting bagi brand menjadi bagian dari percakapan di Twitter.

Hasil Survei Twitter Soal Belanja Online

4. Meningkatnya peluang penjualan melalui percakapan di Twitter

Informasi di Twitter menyebar lebih cepat dan lebih luas. Hal ini terlihat dari pertumbuhan orang-orang yang membicarakan brand di Twitter (1,8 kali lebih cepat dan 2 kali lebih banyak orang yang membicarakan brand).

Selain itu, terdapat hubungan antara percakapan di Twitter dengan penjualan, yakni ada peningkatan percakapan sebesar 10 persen dapat menghasilkan peningkatan penjualan sebesar 3 persen.

5. Percakapan menjadi salah satu pendorong utama konsumen membeli produk secara online

Twitter menjadi tempat bagi para pembeli dan calon pembeli online mencari sekaligus berbagi informasi mengenai produk yang mereka beli, termasuk melakukan review produk tersebut.

Percakapan di Twitter ini membuat 51,3 persen pengguna cenderung membeli produk saat ada ulasan dari konsumen lain. Selain itu, ada 37,4 persen pengguna Twitter cenderung membeli produk ketika ada banyak like atau komentar bagus di media sosial.

(Dam/Isk)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel