Twitter wajibkan pegawai kerja dari rumah karena virus corona

Maria Rosari Dwi Putri

Twitter melalui blog resminya meminta pegawai mereka, di negara mana pun, untuk bekerja dari rumah demi mencegah penyebaran virus corona.

"Kami berpindah dari yang semula 'sangat menganjurkan kerja dari rumah' pada 2 Maret lalu, sekarang kami meminta pegawai secara global harus bekerja dari rumah," tulis Twitter.

Twitter mengunggah serangkaian saran dan kebijakan baru untuk pegawai mereka dalam tulisan berjudul "Keeping our employees and partner safe during #coronavirus", tertanggal 11 Maret.

Baca juga: Twitter uji coba fitur baru untuk hindari "perang cuitan"

Baca juga: Twitter temukan kerentanan keamanan pada aplikasi Android

Twitter menyatakan akan memberikan upah seperti biasa ke pada kontraktor, pekerja yang dibayar per jam serta vendor meski pun mereka tidak bisa bekerja dari rumah.

Twitter menjanjikan akan memberi biaya pengganti jika para pegawai mereka perlu memberi peralatan tambahan agar bisa berkantor dari rumah.

"Kami menyimak masukan dari pegawai kami dan kami memperluas kebijakan kami termasuk peralatan rumahan seperti meja, kursi dan bantal untuk kursi," kata Twitter.

Bagi pegawai mereka yang sudah memiliki anak, Twitter memberikan dukungan berupa penggantian biaya penitipan anak atau daycare.

Baca juga: Twitter uji coba fitur mirip "Stories" di Brasil

Baca juga: #StopPanikLawanCorona jadi tren di Twitter

Baca juga: Twitter cegah disinformasi soal virus corona di platformnya