UAD memberikan trauma "healing" kepada siswa SD Muhammadiyah Bogor

Fakultas Psikologi Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta memberikan trauma healing kepada ratusan murid SD Muhammadiyah Bogor di Balai Kalurahan/Desa Playen, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.

Koordinator untuk tim trauma healing dari Fakultas Psikologi UAD Yogyakarta Nur Syuhada di Gunungkidul, Senin, mengatakan berdasarkan asesmen atau penilaian bahwa ada trauma akibat musibah tersebut dengan jenis panik hingga ada siswa mengalami tidak ingin belajar lagi di SD Muhammadiyah Bogor.

Baca juga: GKR Hemas minta korban atap sekolah ambruk diberikan trauma "healing"

"Hari ini melakukan trauma healing kepada ratusan siswa yang akan berlangsung selama dua hari di Balai Kalurahan/Desa Playen," kata Nur Syuhada.

Ia mengatakan jumlah murid di SD Muhammadiyah Bogor, Playen sekitar 500 orang, maka dilakukan dua sesi untuk dilakukan trauma healing, yakni Senin dan Selasa.

Dalam program trauma healing ini, pihaknya berkolaborasi dengan pemangku kepentingan, mulai dari MDMC DIY dan Fakultas Psikologi UAD, hingga kalurahan, kapanewon, Dinsos-P3A.

"Ini sekaligus asesmen, pembagian secara kelompok dan didukung banyak fasilitator," katanya.

Baca juga: Haedar: Muhammadiyah tanggung jawab runtuhnya atap SD di Gunungkidul

Baca juga: Dispar gelar "Gunungkidul Tourism Fest" di Watu Gendong

Sementara itu, Lurah Playen Surahno mengatakan pihaknya memberikan fasilitas ruangan balai kalurahan untuk kegiatan trauma healing murid SD Muhammadiyah Bogor.

"Kami berharap siswa bisa kembali bersekolah. Mudah-mudahan mereka segera pulih kembali dan tidak ada trauma," kata Surahno.

Seperti diketahui, atap SD Muhammadiyah Bogor, Playen, mengalami ambruk di tiga ruangan pada Selasa (8/11). Kejadian ini mengakibatkan 11 murid mengalami luka ringan dan satu orang meninggal dunia.