Uang Beredar di Masyarakat pada April 2021 Tumbuh 11 Persen Dipicu Momen Lebaran

·Bacaan 1 menit

Liputan6.com, Jakarta - Bank Indonesia (BI) melaporkan uang beredar pada April 2021 tumbuh 11,5 persen (yoy) menjadi Rp 6.957,3 triliun. Angka ini meningkat dibandingkan bulan sebelumnya yang tumbuh 6,9 persen (yoy).

"Posisi uang beredar dalam artian luas (M2) pada April 2021 sebesar Rp 6.957,3 triliun atau tumbuh 11,5 persen (yoy), meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 6,9 persen (yoy)," kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia, Erwin Haryono dalam keterangan pers, Jakarta, Kamis (27/5/2021).

Erwin mengatakan peningkatan uang beredar tersebut seiring dengan pola musiman di bulan Ramadan dan menjelang Idul Fitri. "Meningkat sesuai pola musiman di bulan Ramadan dan menjelang hari raya Idul Fitri," kata dia.

Lebih lanjut dia menjelaskan, peningkatan tersebut terjadi pada seluruh komponennya yaitu uang beredar sempit (M1), uang kuasi, dan surat berharga selain saham.

Pertumbuhan M1 pada April 2021 sebesar 17,4 persen (yoy). Lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 10,8 persen (yoy). Pertumbuhan uang kuasi juga meningkat, dari sebesar 5,9 persen (yoy) pada bulan sebelumnya menjadi 9,7 persen (yoy) pada April 2021.

Perbaikan Kredit

Karyawan menunjukkan uang dolar AS dan rupiah di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 80 poin atau 0,57 persen ke level Rp 14.050 per dolar AS. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Karyawan menunjukkan uang dolar AS dan rupiah di Jakarta, Rabu (30/12/2020). Nilai tukar rupiah di pasar spot ditutup menguat 80 poin atau 0,57 persen ke level Rp 14.050 per dolar AS. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Berdasarkan faktor yang memengaruhi, akselerasi M2 pada April 2021 terutama dipengaruhi oleh peningkatan aktiva luar negeri bersih, peningkatan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat, serta perbaikan penyaluran kredit.

Pertumbuhan aktiva luar negeri bersih sebesar 10,7 persen (yoy), meningkat dibandingkan dengan pertumbuhan pada Maret 2021 sebesar 7,9 persen (yoy).

Demikian pula pertumbuhan tagihan bersih kepada Pemerintah Pusat yang tercatat sebesar 45 persen (yoy). Lebih tinggi dari capaian bulan sebelumnya sebesar 42 persen (yoy).

Selain itu, kontraksi pertumbuhan kredit membaik. Tercatat sebesar -2,4 persen (yoy) pada April 2021 yang tidak sedalam -3,7 persen (yoy) pada Maret 2021.

Reporter: Anisyah Al Faqir

Sumber: Merdeka.com

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel