Uang Curian Ditemukan di Celana Dalam

Laporan Wartawan Pos Kupang, Aris Ninu

TRIBUNNEES.CPM, MAUMERE--Penyidik Perempuan dan Anak (PPA) Kepolisian Resor (Polres) Sikka menemukan uang sebesar Rp 14.500.000 (Rp 14,5 juta) di celana dalam di samping pinggang seorang perempuan pencuri berinisial Nu.

Sebelum digeledah, Nu membantah keras dituduh mencuri uang Rp 35 juta milik Aci Ona (65), pemilik Toko Mulia Jaya Maumere di Jalan Raja Centis Maumere. Tetapi, PPA Polres Sikka tidak percaya karena ada saksi yang mengetahui aksi Nu mencuri. Polisi menggeledah barang bawaan Nu, wanita asal Jeneponto, Sulawesi Selatan yang diduga kuat sebagi pelaku pencurian.

Di dalam tas ada uang Rp 2 juta dan buku rekening. Ia masih membantah.  PPA Polres Sikka bernama Tince menggeledah tubuh korban. Hasilnya, Tince menemukan uang Rp 14.500.000 di celana dalam Nu. Uang itu diduga hasil curian di Toko Mulia Jaya Maumere.

Pelaku membantah tapi bukti dan saksi sudah cukup sehingga Nu langsung diperiksa dan dimasukkan ke dalam sel Markas Polres  (Mapolres) Sikka.

Demikian kronologis pengungkapan kasus pencurian uang Rp 35 juta milik Aci Nona, di Mapolres Sikka, Minggu (8/7/2012) siang. Anggota Polres Sikka dipimpin Kasat Reskrim, Iptu Ahmad, S.H tidak percaya keterangan pelaku karena saksi dan fakta semua mengarah kepada Nu dan temannya berinisial Li.

Keduanya wanita asal Jeneponto. Dalam aksinya, Nu berpura-pura melamar kerja sebagai pembantu rumah tangga di rumah Aci Ona pada Jumat (6/7/2012) sore.  Belum sehari bekerja di rumah Aci Ona, pada  Sabtu (7/7/2012) pagi, Nu mencuri uang Rp 35 juta milik Aci Ona. Nu mencuri uang majikannya saat bekerja di lantai II rumah.

Terungkapnya kasus pencurian ini berkat kerja keras keluarga korban yang melacak keberadaan Nu yang akan berangkat ke Makassar menggunakan pesawat melalui Bandar Udara  Frans Seda Maumere, Minggu (8/7/2012) siang.

Polisi yang mendapat laporan dari keluarga korban bergerak cepat mengamankan Nu dan temannya Li. Polisi memeriksa Nu dan Li di Mapolres Sikka. Kini, Nu dan Li menjalani proses pemeriksaan  intensif di Mapolres Sikka guna membongkarkan jaringan pencurian di Kota Maumere yang selama ini meresahkan masyarakat.

"Pelaku membantah, tapi barang bukti dan saksi mendukung. Kami langsung keluarkan penangkapan untuk proses penahanan Nu dan Li," kata Kapolres Sikka, AKBP Drs.Ghiri Prawijaya melalui Kasat Reskrim, Iptu.Ahmad, S.H, Minggu (8/7/2012) siang di Mapolres Sikka.

Keterangan yang diperoleh Pos Kupang, aksi pencurian uang di Kota Maumere kini mulai kembali menggunakan modus baru. Dulu dengan cara menggembos ban mobil dan mencungkil jendela. Sekarang pura-pura cari kerja dans etelah diterima malah yang dilakukan mencuri uang majikan.

Data yang diperoleh Pos Kupang, di Mapolres Sikka, Minggu (8/7/2012) siang, menyebutkan, Aci Ona, pemilik Toko Mulia Jaya pada Jumat (6/7/2012) sore sekitar pukul 17.00 Wita kedatangan seorang tamu.

Tamu itu seorang wanita yang ingin melamar kerja sebagai pembantu di rumah dan toko. Aci Ona menerima tamu itu untuk bekerja dan diminta masuk kerja Sabtu (7/7/2012) pagi pukul 09.00 Wita.

Wanita yang diketahui bernama Nu itu akhirnya datang ke toko dan bekerja. Seperti biasanya disuruh membersihkan kaca jendela di lantai II dalam rumah. Namun ketika bekerja membersihkan kaca jendela malah kaca dipecahkan lalu masuk ke dalam kamar mengambil uang di dalam brankas sebanyak Rp 35 juta.

Padahal pintu kamar terkunci.Pemilik rumah kaget ketika ke kamar. Kecurigaan pun muncul karena di saat bersamaan pekerja bernama Nu menghilang dan tidak kembali ke rumah majikan, Aci Ona.

Aci Ona menyuruh anaknya bernama Alex mencari hingga malam, tapi tidak ketemu. Beruntung saat melamar sebagai pembantu, Aci Ona didampingi Alex, anaknya sehingga ia mengetahui persis wajah Nu yang mengaku berasal dari Jeneponto.

Pagi harinya, Minggu (8/7/2012), Alex menuju Bandara Frans Seda Maumere melacak Nu karena ia mendapat informasi hari itu ada pesawat rute penerbangan Maumere-Makassar.
Di Bandara Frans Seda, Alex  melihat Nu sudah berjiblab. Ia lalu membawa Nu dan seorang temannya bernama Li ke Mapolres Sikka.

Aci Ona membuat laporan polisi. Awalnya Nu dan Li membantah keras dan mengaku tidak mencuri. Polisi tetap tenang. Namun berkat kerja keras polisi uang hasil curian berhasil ditemukan di celana dalam milik Nu. Uang itu dia simpan di bagian pinggang celana dalamnya.

Temuan uang Rp 14 juta di celana dalam Nu ini membuat heboh aparat di Polres Sikka karena awalnya pelaku membantah keras mencuri. Malah korban sempat stres berat karena uang hasil usahanya hilang tanpa jejak. Padahal keluarga korban menduga pelakunya adalah Nu, yang melamar sebagai pembantu lalu mencuri di rumah majikannya.*

Berita Terkait :

  • Hanya Kartu Nama, Affandy Tembus Parlemen 
  • Musda IKPM Gontor Sulsel Tetapkan Ketua Baru 
  • Aziz Temui Warga Ponrang di Makassar 
  • Mayat Lutfiatin DitemukanTerapung di Sungai Segah 
  • Retribusi Pasar Sanggam Resmi Diberlakukan 
  • 236 Mantan Dosen dan Karyawan STIEKers Desak BPN 
  • Ratusan Warga Deliserdang Tutup Jalan 

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.