Uang Kertas, Koin, Sampai Perangko akan Berubah Setelah Ratu Elizabeth II Wafat

Merdeka.com - Merdeka.com - Kematian Ratu Elizabeth II akan membawa berbagai perubahan di kehidupan masyarakat Inggris dan negara persemakmurannya. Perubahan ini terjadi karena pergantian kepala negara yang kini dipimpin oleh Raja Charles III.

Dikutip dari The Guardian, Kamis (8/9), setidaknya perubahan itu akan terjadi pada bendera, uang kertas dan koin, lagu kebangsaan, simbol kerajaan, surat perintah kerajaan, kotak pos dan stempel pos, sumpah setia, dan negara persemakmuran.

Diawali bendera kerajaan, perubahan akan terjadi pada tulisan EIIR yang melambangkan Elizabeth II Royal. Lambang Wales diyakini akan ditambah di bendera itu di samping singa melambangkan Skotlandia, harpa melambangkan Irlandia Utara, dan yang kedua lambang 3 singa melambangkan Inggris. Begitu pun juga dengan kotak surat berlambang EIIR yang juga harus diubah.

Kemudian dari uang kertas dan koin, wajah Ratu Elizabeth II akan diganti oleh wajah Raja Charles III. Namun pergantian ini tidak terjadi dalam waktu dekat, seperti di saat pergantian wajah di uang kertas dan koin pada saat Ratu Elizabeth II naik takhta.

Kala itu Ratu Elizabeth II naik takhta pada 1952, namun wajahnya muncul di uang kertas 16 bulan kemudian. Perubahan wajah di uang adalah proses bertahap, seperti dilansir The Independent, Sabtu (10/9).

Selanjutnya lagu kebangsaan Inggris juga berubah, dari lagu ‘God Save the Queen’ (Tuhan Selamatkanlah Ratu) berubah menjadi ‘God Save the King’ (Tuhan Selamatkanlah Raja). Terakhir lagu God Save the King bergema di saat bertakhtanya Raja George VI, ayah Ratu Elizabeth II.

Kemudian, simbol kerajaan Inggris yang sebelumnya berlambang singa dan unicorn (kuda bertanduk) kemungkinan akan ditambah dengan elemen asal Wales, sebab Raja Charles III sebelumnya bergelar Pangeran Charles dari Wales. Begitu juga dengan surat perintah kerajaan yang kini dikeluarkan atas nama Raja Charles III.

Perubahan juga terjadi pada sumpah setia. Semenjak Raja Charles III memerintah, seluruh anggota pemerintahan Inggris bersumpah setia kepada Raja Charles III.

Terakhir yaitu negara-negara persemakmuran (Commonwealth) yang harus mengubah konstitusinya, dari kepala negara Ratu Elizabeth II menjadi Raja Charles III. Perubahan itu akan terjadi atas 14 negara yang mengakui Raja Charles III sebagai raja dan kepala negara mereka.

Reporter Magang: Theofilus Jose Setiawan [pan]