Uang Kripto Makin Marak, Bagaimana Tanggapan Astra?

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Perdagangan mata uang kripto meningkat signifikan selama pandemi COVID-19. Hal ini tak terlepas dari sejumlah tokoh yang mulai investasi mata uang digital ini.

Melihat hal ini, bagaimana Astra International menanggapi peningkatan perdagangan mata uang kripto?

Head of Investor Relations Astra International Tira Ardianti menegaskan bila dirinya tak memiliki pengetahuan terkait kripto. Namun, Ia menegaskan, pihaknya terus memantau perkembangannya.

"Memang lagi marak Tapi jujur saya tidak memiliki pengetahuan yang cukup untuk kripto ini. Saya masih harus pelajari, saya masih harus mengikuti dari waktu ke waktu," kata dia secara virtual, Selasa (25/5/2021).

Saat disinggung adakah dampak investasi uang kripto untuk jasa keuangan Astra, Tira juga menegaskan belum bisa menjawab secara detail terkait hal ini.

"Masih terus melihat bagaimana perkembangan lanscape jasa keuangan dengan adanya kripto ini saya sekali lagi masih belum bisa jawab, saya melihat bitcoin, kripto ini banyak yang bicara saya rasa masih spekulasi," ujarnya.

Meski demikian, Tira menegaskan bila Astra International selalu mencermati perubahann yang ada, terlebih jika hal tersebut berkaitan langsung dengan sektor bisnis perusahaan.

"Tapi yang jelas kita selalu mencermati dinamika yang ada, perubahan-perubahan yang ada, kita pelajari dan kita lihat ke depannya seperti apa," tegasnya.

Elon Musk Kembali Bikin Harga Bitcoin Melambung

Elon Musk. (AFP/Tobias SCHWARZ)
Elon Musk. (AFP/Tobias SCHWARZ)

Sebelumnya, Elon Musk telah menjadi pendukung besar mata uang kripto, membantu menaikan harga mata uang digital, termasuk bitcoin, dalam setahun terakhir. Kicauan dan komentarnya seputar mata uang kripto sering membuat harga melonjak ataupun anjlok.

Dalam pengajuan SEC pada Februari, Tesla mengungkapkan ia membeli bitcoin senilai USD 1,5 miliar dan akan menerimanya sebagai bentuk pembayaran.

Perusahaan kemudian mengatakan, pihaknya mencatat keuntungan bersih USD 101 juta dari penjualan bitcoin dan membantu meningkatkan laba bersih ke rekor tertinggi pada kuartal pertama. Namun, hubungannya dengan koin digital berubah awal bulan ini.

Musk menuliskan tweet pada 12 Mei 2021 perusahaan tak lagi menerima bitcoin sebagai alat pembayaran. Hal ini dilakukan karena faktor lingkungan.

Dalam pengajuan SEC pada Februari, Tesla mengungkapkan ia membeli bitcoin senilai USD 1,5 miliar dan akan menerimanya sebagai bentuk pembayaran.

Perusahaan kemudian mengatakan, pihaknya mencatat keuntungan bersih USD 101 juta dari penjualan bitcoin dan membantu meningkatkan laba bersih ke rekor tertinggi pada kuartal pertama. Namun, hubungannya dengan koin digital berubah awal bulan ini.

Musk menuliskan tweet pada 12 Mei 2021 perusahaan tak lagi menerima bitcoin sebagai alat pembayaran. Hal ini dilakukan karena faktor lingkungan.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel