Uang Receh Mahasiswa Agar BBM Tak Jadi Naik

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah memberikan sinyal akan menaikkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Sejumlah mahasiswa menolak wacana tersebut.

Mahasiswa di Malang mengumpulkan saweran untuk pemerintah agar tidak menaikkan harga BBM. Saweran recehan dilakukan dalam sebuah aksi demontrasi di Gedung DPRD Kota Malang.

"HMI cabang Malang melakukan donasi karena pemerintah beralibi kalau beban kompensasi subsidi terlalu besar, sebanyak Rp502 T. Padahal faktanya terdapat Rp106 T surplus terhadap APBN," ungkap Fitra dalam orasinya di Gedung DPRD Kota Malang, Senin (29/8) petang.

Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Malang menggelar aksi menolak kenaikan BBM yang rencananya akan diberlakukan pemerintah. Massa menggelar aksi di depan Gedung DPRD dan sempat terjadi aksi saling dorong.

"Hari ini kami menyampaikan, bukan sebatas aspirasi tetapi juga uang-uang receh sebagai donasi sebagai bentuk satire kami pada pemerintah," sambungnya menegaskan.

Massa awalnya meminta bertemu DPRD Kota Malang, namun menolak tiga orang wakil rakyat yang menemui mahasiswa.

Mereka menilai tiga orang anggota dewan tidak representasi untuk mewakili. Alasannya karena tiga orang tersebut hanya mewakili tiga fraksinya, apalagi tanpa Ketua DPRD.

Massa menyampaikan empat poin tuntutan yakni menolak kenaikan harga BBM lantaran dinilai mengorbankan rakyat kecil. Apalagi ekonomi rakyat Indonesia belum sepenuhnya pulih akibat pandemi Covid-19.

"Karena itu akan berpengaruh pada kondisi ekonomi, apalagi kondisi saat ini kan belum benar-benar pulih," tegas Malik, Korlap Aksi.

Massa juga menuntut pencopotan Menteri ESDM, Menteri BUMN dan Dirut Pertamina. Ketiganya dinilai tidak becus mengurus BBM.

"Kami juga meminta usut tuntas mafia Migas, karena memang tidak mungkin tidak ada permainan oligarki. Mereka ini sangat mempengaruhi harga BBM," katanya.

Selain itu, massa juga menuntut transparansi ketersediaan BBM. Mereka menilai ketersediaan BBM di lapangan sudah mulai dikurangi. Pengurangan tersebut dicurigai terkait penyiapan rencana kenaikan BBM tersebut. "Sudah mulai sedikit demi sedikit mengurangi," tegas Malik.

Aksi massa mendapat pengawalan ketat dari pihak keamanan dengan menerjunkan kendaraan trantib. Massa membubarkan diri sekitar pukul 16.30 WIB. [rnd]