UAS: Yang Enggak Solat Subuh, Telinganya Dikencingi Setan

·Bacaan 1 menit

VIVA – Ulama kondang ustaz Abdul Somad (UAS) mengunggah tausiyah tentang orang yang tidak pernah bangun tidur untuk menjalankan salat subuh setiap harinya. UAS menyebut jika telinga orang yang tidak pernah salat subuh sudah dikencingi setan. Pernyataan itu diucapkan UAS dalam video yang diposting di akun instagramnya @ustadzabdulsomad_official.

“Assolatuhoiruminannaum. Siapa yang tidur, sampai enggak solat subuh, setan kencing di telinganya. Untung Allah masih sayang, sehingga Allah yang Rahman yang rahim ya arhamarrohimin tidak memperlihatkan mana tadi yang Solat subuh mana yang tidak semuanya sama,” ucap UAS seperti dikutip VIVA, Kamis 24 Juni 2021.

“Tapi andai Allah tidak sayang, dia perlihatkan langsung tertulis wcs ( WC setan) sedangkan WC manusia aja bau setan, apalagi WC setan enggak mungkin bau manusia,” kata UAS.

Selain itu, dalam beberapa kesempatan UAS pun sering meningkatkan umat Islam untuk jangan menunda Solat.

Dia berkata Rasulullah SAW telah mengingatkan, "Jagalah solat lima waktumu, karena pada Hari Kiamat, Allah akan memanggil para hamba-Nya, dan pertanyaan pertama yang akan Dia ajukan kepadanya adalah Solat. Jika (solat) dilakukan secara sempurna, maka (dia akan masuk surga) dan jika tidak, maka dia akan dilempar ke neraka."

Dia juga menyampaikan pesan untuk tidak meninggalkan Solat, karena Solat merupakan tiang agama. Netizen ikut komentari postingan UAS soal Solat subuh ini, di antaranya:

@hamdanyazuli: Solat subuh merupakan sumber dari segala sumber cahaya di hari kiamat, di hari itu, semua sumber cahaya di dunia akan padam. Matahari akan “digulung”. Ibadah lah yang akan memerangi pelakunya

@nurhaeni2969: Astaghfirullah WCS… na’udzubillah

@iwanabdullah25: Mashaa Allah jadi takut, kalau subuh sering bolong-bolong

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel