Ubah Model Bisnis, BTN Bakal Tutup 29 Kantor Tahun Ini

·Bacaan 2 menit

VIVA – PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), bakal menutup 29 kantor cabangnya pada tahun ini. Penyebabnya, perseroan bakal melakukan perubahan model bisnis menyesuaikan perkembangan zaman.

Direktur Distribution and Retail Funding BTN Jasmin mengatakan, penutupan kantor tersebut dilakukan mulai dari Aceh dan yang paling banyak ditutup di wilayah Jabodetabek dan Jawa.

"Tahun ini BTN akan menutup kantor 29, satu di Aceh karena terkait implementasi qanun atau lembaga keuangan syariah, lainnya kita kebanyakan di Jabodetabek atau Jawa juga," kata dia saat konferensi pers, Rabu, 28 Juli 2021.

Baca Juga: Motif Pembunuhan Sadis Ketua MUI Labura, Pelaku Sakit Hati Dinasehati

Jasmin merincikan, kantor yang ditutup terdiri dari 24 kantor kas, tiga kantor cabang pembantu, satu kantor cabang, dan satu payment point. Dia pun tak menyebutkan penutupan kantor ini juga akan diiringi dengan pemangkasan karyawan.

"Kita lebih banyak tahun ini untuk meningkatkan produktifitas ya, jadi banyak cabang-cabang kita yang masih tadi di ujung telah disampaikan Pak Dirut salah satu inisiatif strategis tahun ini adalah mengubah model bisnisnya," paparnya.

Menurut dia, kinerja cabang saat ini juga masih banyak yang tidak produktif. Karenanya, perubahan model bisnis dari yang semula banyak berupa point of services akan menjadi point of sales dan mendorong penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK).

"Jadi model bank kita yang sebagian besar point of service nanti kita akan jadikan poin of sales, kemudian fokus pada perhimpunan DPK. Memang tahun ini tidak sebanyak tahun lalu, tahun lalu kan 130 an cabang, tahun ini kita 29," tegas Jasmin.

Hingga tengah tahun ini, Bank BTN berhasil menghimpun DPK sebesar Rp298,38
triliun pada kuartal II-2021 atau naik 31,84 persen dari Rp226,32 triliun pada periode yang sama tahun lalu.

Peningkatan DPK tersebut disumbang oleh kenaikan pada seluruh segmen yakni tabungan, giro, dan deposito masing-masing sebesar 17,70 persen year on year (yoy), 15,06 persen yoy dan 43,53 persen yoy per kuartal II-2021.

Kendati DPK tumbuh signifikan, Bank BTN berhasil mencatatkan penurunan beban bunga dengan menekan biaya dana (cost of fund/CoF) hingga 171 basis poin (bps). Peningkatan DPK juga menyebabkan Loan to Deposit Ratio (LDR)
menurun sebesar 2.216 bps hingga ke level 89,12 persen kuartal II-2021.

Laporan keuangan Bank BTN mencatat pertumbuhan ekspansi kredit menjadi pendorong pendapatan bunga Bank BTN. Per kuartal II-2021, BTN mencatatkan peningkatan pendapatan bunga sebesar 1,39 persen yoy.

Beban bunga juga berhasil ditekan turun sebesar 13,63 persen yoy sehingga pendapatan bunga bersih Bank BTN melonjak di level 28,18 persen yoy hingga kuartal II-2021.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel