Ucap Bela Sungkawa dan Simpati, Najwa Shihab Tulis Surat Terbuka untuk Ridwan Kamil

Fimela.com, Jakarta Setelah pihak keluarga Ridwan Kamil menyatakan Emmeril Khan Mumtadz atau Eril meninggal dunia, Najwa Shihab menuliskan surat terbuka. Surat itu berisi simpati dan bela sungkawa untuk Ridwan Kamil.

Melalui akun Instagram pribadinya, Najwa mengunggah sketsa Ridwan Kamil, Atalia Praratya, dan putri mereka yang sedang menghadap sungai Aare, Swiss. Gambar sketsa ini terlihat buram bersama efek rintik hujan yang menyiratkan kesedihan di keluarga Ridwan Kamil.

Sejak Eril dikabarkan menghilang, Najwa Shihab mengaku setiap hari menanti kabar anak Ridwan Kamil. Najwa meyakini ia bukan satu-satunya orang yang waswas, terkejut dan menanti kabar dari sungai Aare.

Kesedihan

<p>Ridwan Kamil di Sungai Aare. (Foto: Dok. Instagram @ridwankamil)</p>

Ridwan Kamil di Sungai Aare. (Foto: Dok. Instagram @ridwankamil)

Setelah itu, Najwa membayangkan kesedihan Ridwan Kamil ketika keluarganya menyatakan Eril meninggal dunia. “Tentu kesedihan Teh Atalia dan Kang Emil tak terbandingkan, tapi siapa yang tak remuk membaca surat Teh Atalia yang pamit meninggalkan Swiss?” tulis Najwa.

“Sekali lagi, perasaan kami tentu tak seberapa dibanding yang dirasakan Teh Atalia dan Kang Emil, tapi setiap yang berakal akan bergumam: tak terbayangkan betapa berat mengalami kehilangan seperti ini,” lanjutnya.

Kehilangan

Potret Hangat Keluarga Ridwan Kamil dan Atalia Praratya. (Sumber: Instagram/ataliapr)
Potret Hangat Keluarga Ridwan Kamil dan Atalia Praratya. (Sumber: Instagram/ataliapr)

Najwa mengaku bisa merasakan kesedihan yang menimpa keluarga Ridwan Kamil. Lantaran beberapa tahun silam, perasaan Najwa terguncang karena anak perempuannya meninggal dunia.

“Saya pernah kehilangan seorang putri. Setiap orang juga pernah — setidaknya akan — mengalami kehilangannya sendiri-sendiri. Kita semua punya kalender yang pada salah satu tanggalnya telah disuratkan gilirannya masing-masing,” jelasnya.

“Kita hanya sebutir pasir dari hamparan yang tak terpermanai itu. Bersama orang-orang tercinta, kita semua pernah membentuk istana pasir, dan kita tahu pada akhirnya — cepat atau lambat — istana pasir itu akan kita berikan kepada samudera. Kami hanya bisa berdoa semoga kekuatan dan ketabahan itu masih memadai untuk melewati hari-hari kehilangan yang mungkin tak akan singkat ini," tutupnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel