Ucapan Dewa Kipas yang Bikin GM Irene Sukandar Gerah

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 2 menit

VIVA – Grand Master Irene Kharisma Sukandar mengungkapkan kenapa dia mau angkat bicara terkait kasus Dewa Kipas yang kena banned oleh Chess.com. Hal yang beberapa waktu belakangan jadi perbincangan hangat di Indonesia, sampai diundang menjadi bintang tamu podcast Deddy Corbuzier.

Dewa Kipas yang belakangan diketahui bernama Dadang Subur tidak terima kena banned oleh Chess.com. Ketika itu dia baru saja mengalahkan Master Internasional asal Amerika Serikat, Levy Rozman.

Pria yang juga aktif sebagai Youtuber dan tenar dengan nama GothamChess ini dalam siaran langsung pertandingan melawan Dewa Kipas sudah menaruh curiga. Dia membuka statistik Dewa Kipas dan melihat keanehan.

Karena ramai dibela warganet Indonesia, kemudian Dewa Kipas jadi pusat perhatian. Dia menjadi narasumber Deddy dan menyebutkan beragam komentar mengenai catur.

Dari sinilah yang kemudian membuat Irene gerah. Sebabnya disebutkan oleh Dewa Kipas, jika olahraga catur tidak menghasilkan uang.

Menurut Irene, ucapan itu bisa jadi berdampak buruk kepada atlet junior Indonesia. Mereka bisa saja tidak memiliki motivasi berlatih dan meraih prestasi.

"Di situ Pak Dadang bilang catur itu tidak ada uangnya. Satu hal yang saya luruskan, catur itu sebenarnya menjanjikan," kata Irene dalam video yang diunggah melalui Youtube.

"Kalau stigma ini didengar oleh teman-teman junior dan anak-anak yang sedang berlatih karena ingin jadi seperti Pak Utut Adianto di laki-laki atau saya sendiri di perempuan, dan yang lainnya kan bisa menjadikan mereka tidak punya motivasi lagi," imbuhnya.

Irene menegaskan catur adalah olahraga yang punya prospek cerah. Contohnya adalah dirinya sendiri yang bisa mendapatkan gaji dan bayaran sebagai seorang profesional

"Dari saya pribadi, saya bisa bilang bahwa catur ini ada uangnya. Pemain profesional, contohnya saya di pelatnas diberi gaji oleh negara. Main di luar negeri diberikan fee (uang tampil). Sebelum main pun saya sudah diberikan."

Dari segi pendidikan pun, Irene dapat keistimewaan dari gelar Grand Master-nya. Menjalani perkuliahan S1 dan S2 dia mendapatkan beasiswa penuh.

"Lalu di pendidikan. Sejak saya S1 di Gunadarma dan S2 di Amerika Serikat, saya mempunyai beasiswa penuh. Itu kenapa? Karena dari catur," kata Irene.

Dari sisi pekerjaan pun seorang pecatur profesional memiliki masa depan cerah. Banyak contohnya dari rekan-rekan Irene yang kini bekerja di instansi bergengsi.

"Dari sisi pekerjaan? Banyak teman-teman saya atlet catur yang bisa mendapatkan pekerjaan dari instansi yang cukup baik. Swasta maupun pemerintah, istilahnya mereka dikejar untuk bisa bekerja di kantor mereka," tuturnya.

Yang terakhir membuat Irene gerah adalah ucapan Dewa Kipas soal catur menghasilkan uang lewa judi. Ini sangatlah tidak benar.

"Mau dapat uang lewat judi? Itu sangat salah. Apakah harus seburuk itu olahraga catur itu? Tidak. Uang yang telah saya dapat adalah penghargaan lewat pembinaan," kata Irene.