Ucapan, Harapan, dan Doa Jokowi hingga Menteri di Hari Sumpah Pemuda

·Bacaan 8 menit

Liputan6.com, Jakarta - 28 Oktober diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda. Berbagai ucapan, harapan, dan doa pun menggema dari para tokoh bangsa.

Presiden Joko Widodo atau Jokowi turut menyemarakkan peringatan Hari Sumpah Pemuda dengan memberi semangat para generasi muda.

Menurutnya, ikrar yang terucap pada 28 Oktober 1928 silam di Batavia, masih relevan dengan situasi dan kondisi pemuda saat ini.

"Ikrar itu masih bergema, semangat, tekad, dan cita-cita Indonesia tetap menyala," kata Jokowi di akun Instagram pribadinya, @jokowi, seperti dilihat Liputan6.com.

Para pembantu Jokowi di Kabinet Indonesia Maju juga tak ketinggalan memperingati Hari Sumpah Pemuda. Salah satunya, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi.

Menag menilai, Sumpah Pemuda adalah peristiwa bersejarah yang menjadi momentum kebangkitan, persatuan, dan kesatuan bangsa.

"Saya mengajak para pemuda, generasi milenial, untuk menguatkan tekad dan semangat untuk membangun negeri, berpegang teguh pada Pancasila juga ajaran agama," tulis Fachrul dalam siaran persnya, Rabu (28/10/2020).

Senada, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto juga menyebut, pemuda memiliki peran besar membangun peradaban bangsa melalui perubahan. Oleh karena itu, Airlangga mengajak pemuda tanah air siap hadapi perubahan.

Berikut ragam ucapan, harapan, dan doa dari Presiden Jokowi hingga para menteri di Hari Sumpah Pemuda dihimpun Liputan6.com:

Presiden Jokowi

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pengembangan industri turunan dari bahan-bahan mentah, khususnya batu bara harus jadi prioritas saat ratas dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/10/2020). (Biro Pers Sekretariat Presiden/Kris)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan pengembangan industri turunan dari bahan-bahan mentah, khususnya batu bara harus jadi prioritas saat ratas dari Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (23/10/2020). (Biro Pers Sekretariat Presiden/Kris)

Presiden Jokowi menyampaikan gelora Hari Sumpah Pemuda ke-92. Menurutnya, ikrar yang terucap pada 28 Oktober 1928 di Batavia, masih relevan dengan situasi dan kondisi pemuda saat ini.

"Ikrar itu masih bergema, semangat, tekad, dan cita-cita Indonesia tetap menyala," kata Jokowi di akun Instagram pribadinya, @jokowi, seperti dilihat Liputan6.com.

Menurut Jokowi, banyak hal yang harus diamini dari peristiwa yang terjadi di Batavia kala itu. Sejumlah pemuda dari berbagai latar belakang, mengesampingkan perbedaan demi persatuan Indonesia.

"Mereka melupakan perbedaan, mengumandangkan ikrar bersama, seraya menganyam impian tentang Indonesia," ucap Jokowi.

Kemudian dia mengatakan, momentum Hari Sumpah Pemuda membawa energi positif di Indonesia yang mempersatukan perbedaan. Menurut dia, Sumpah Pemuda bisa menurunkan ego persaingan dan perbedaan yang menghancurkan.

"Sumpah Pemuda membawa energi positif, menyatukan persaingan dan perbedaan tidak harus melupakan. Semua bisa kita selesaikan dengan cara bersatu dan bekerja sama," kata Jokowi.

Jokowi percaya, bersatu dan bekerja sama adalah kunci untuk mencapai Indonesia maju. Dia berpesan, demi menjaga persatuan harus terus dilakukan, maka solidaritas harus tetap utuh.

"Keindonesiaan harus selalu dijaga dengan semangat solidaritas dan rasa persaudaraan, kita harus saling membantu satu sama lain dalam semangat solidaritas," yakin Jokowi.

Perwujudan semangat kebersamaan dan solidaritas, lanjut Jokowi, akan terwujud dengan pembangunan yang adil dan merata. Membangun Indonesiasentris, membangun dari pinggiran, desa, pulau terdepan hingga perbatasan.

"Dengan pembangunan merata dan berkeadilan, seluruh masyarakat bisa berkontribusi dan ikut serta memajukan Indonesia, infrastruktur yang memudahkan konektivitas antarwilayah, antarpulau untuk mempersatukan Indonesia," tandas Jokowi.

Wapres Ma'ruf Amin

Wapres Ma'ruf Amin mengunjungi Universitas Mataram, Lombok, NTB. (Foto: Setwapres)
Wapres Ma'ruf Amin mengunjungi Universitas Mataram, Lombok, NTB. (Foto: Setwapres)

Wakil Presiden Ma'ruf Amin mengatakan, Sumpah Pemuda yang dirayakan di tengah pandemi Covid-19, menjadi momentum bangkitnya semangat persatuan, terlebih bagi para pemuda.

"Ikrar Sumpah Pemuda menjadi sumber inspirasi dan energi pemersatu bagi kaum muda dalam berkarya mengisi kemerdekaan," kata Ma'ruf.

Dia menilai, Sumpah Pemuda menjadikan keragaman budaya Indonesia sebagai kekuatan pemersatu dalam mengalahkan penjajahan dan mengantar Indonesia meraih kemerdekaan.

Menurut Ma'ruf, semangat yang sama dengan nafas Sumpah Pemuda saat ini masih sangat relevan. Terlebih, di tengah suasana sulit yang menimpa bangsa Indonesia akibat wabah Covid-19.

"Peran aktif kaum muda sangat diperlukan dalam upaya memutus mata rantai penularan virus (Covid-19) dan menanggulangi dampak pandemi yang multi dimensi," ucap dia.

Ma'ruf mengajak kepada masyarakat Indonesia untuk menjadikan Hari Sumpah Pemuda sebagai momentum bersatu dan bangkitnya pemuda Indonesia, untuk terus berinovasi, bergerak dan bergotong royong mewujudkan Indonesia yang lebih maju dan sejahtera.

"Jadilah pemuda dan pemudi Indonesia yang sehat, cerdas, inovatif, dan produktif," dia memungkasi.

Menteri Keuangan

Sri Mulyani pada rangkaian Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali. Dok: am2018bali.go.id
Sri Mulyani pada rangkaian Pertemuan Tahunan IMF-Bank Dunia 2018 di Bali. Dok: am2018bali.go.id

Memperingati Hari Sumpah Pemuda, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati beri pesan kepada generasi muda Indonesia. Ia menuturkan agar generasi muda senantiasa menjaga persatuan.

Menkeu menerangkan, 92 tahun lalu pemuda Indonesia dari berbagai suku, agama, dan ras mendeklarasikan dan menyatakan kebulatan tekad untuk menjadi satu bangsa, satu bahasa dan tanah air, Indonesia.

"Hari ini pemuda-pemudi Indonesia masih memelihara semangat dan tekad yang sama namun dengan bekal dan langkah perjuangan yang berbeda," ujar Menkeu dilansir dari laman instagram pribadinya.

Menkeu menambahkan, dengan bekal perkembangan dan kecanggihan teknologi, seyogyanya generasi muda dapat memanfaatkan ilmunya untuk memberi ide dan solusi.

"Dengan langkahmu, jadilah pemuda yang bahu membahu membangun masa depan bangsa!," tutup Menkeu.

Mendikbud

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memperkenalkan konsep Kampus Merdeka. (Foto: Kemendikbud)
Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim memperkenalkan konsep Kampus Merdeka. (Foto: Kemendikbud)

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim dalam momentum Hari Sumpah Pemuda 28 Oktober 2020 mengulas kontribusi pemuda, khususnya sivitas akademika kampus dalam bergotong royong mengentaskan pandemi Covid-19 di Indonesia.

Di samping tetap menjalankan proses pembelajaran melalui pembelajaran jarak jauh (PJJ), para sivitas akademika kampus yang terdiri dari dosen dan mahasiswa juga turut melakukan pengembangan dan penelitian guna mengatasi pandemi Covid-19.

"Betapa haru dan bangganya bangsa akan kegigihan para mahasiswa dan dosen dalam melakukan aksi nyata gotong royong, saling membantu," ucap Nadiem dalam acara Peluncuran Buku KKN Tematik Covid-19 melalui daring.

Nadiem berujar, berbagai produk telah dihasilkan oleh para dosen dan mahasiswa. Baik alat rapid test yang saat ini telah diproduksi massal, robot nurse untuk membantu menangani pasien Covid-19 di rumah sakit pendidikan. Serta berbagai ventilator hasil pengembangan di perguruan tinggi juga telah diproduksi.

"Tak ketinggalan para mahasiswa kita juga melakukan pengabdian kepada masyarakat. Sejak bulan April tak kurang dari 15 ribu mahasiswa terjun sebagai relawan untuk memitigasi pandemi melalui program Rekon atau Relawan Covid Nasional," beber Nadiem.

Nadiem melanjutkan, inisiatif bergotong-royong juga ditunjukkan oleh ribuan mahasiswa yang mengikuti program Kampus Mengajar Perintis. Di mana mereka membantu pembelajaran murid-murid SD serta program-program Kuliah Kerja Nyata atau KNN tematik yang telah berjalan sejak bulan Juni 2020.

"Program KKN sebagai wujud kepedulian mahasiswa atas berbagai permasalahan pembangunan di desa maupun perkotaan telah menjadi tradisi perguruan tinggi sejak pertama dicanangkan tahun 1971. KKN menguatkan empati, kesetiakawanan sosial, sekaligus kemampuan untuk memahami dan memberikan solusi atas berbagai permasalahan," ucapnya.

Nadiem mengatakan, pihaknya telah berkolaborasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan berbagai pemangku kepentingan untuk menjalankan program kolaborasi nasional KKN Tematik Covid-19 yang melibatkan lebih dari 5.600 mahasiswa dari lebih dari 200 perguruan tinggi.

"Fokus utamanya adalah melakukan edukasi kepada masyarakat untuk melakukan adaptasi Kebiasaan Baru. Sekaligus aktualisasi kebijakan Merdeka Belajar," terang Nadiem.

Praktik baik implementasi KKN tematik ini, kata Nadiem tertuang dalam buku yang diluncurkan pada momentum Hari Sumpah Pemuda ini.

"Saya berharap buku ini dapat menginspirasi banyak orang. Khususnya generasi muda untuk terus memberikan kontribusi konkret kepada masyarakat," pungkas Nadiem.

Menteri BUMN

Menteri BUMN Erick Thohir menyambut baik kepMenteri BUMN Erick Thohir menyambut baik kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada bank Himbara. (Dok Kementerian BUMN)ercayaan yang diberikan pemerintah kepada bank Himbara. (Dok Kementerian BUMN)
Menteri BUMN Erick Thohir menyambut baik kepMenteri BUMN Erick Thohir menyambut baik kepercayaan yang diberikan pemerintah kepada bank Himbara. (Dok Kementerian BUMN)ercayaan yang diberikan pemerintah kepada bank Himbara. (Dok Kementerian BUMN)

Menteri BUMN Erick Thohir turut memperingati Hari Sumpah Pemuda yang jatuh pada 28 Oktober setiap tahunnya. Menurutnya, anak muda ialah harapan bangsa yang bisa membawa kemajuan negeri ini nantinya.

Sebagai bentuk apresiasi atas semangat pemuda, mantan Bos Inter Milan ini mengunggah dedikasi salah satu anak muda yang dilakukan demi kemajuan bangsa dan kepentingan masyarakat. Erick mengunggah sosok tersebut lewat postingan akun Instagram resminya, @erickthohir.

"Fakar Daras Kamal adalah salah satu dari sekian banyak anak muda di BUMN yang memiliki semangat yang tinggi. Sudah 7 tahun ia menekuni penelitian di Bio Farma," ujar Erick dalam postingannya, dikutip Liputan6.com.

Erick bercerita, saat ini Fakar tengah melakukan pengembangan dan produksi bahan aktif obat vaksin hepatitis B. Pengembangan tersebut juga sudah memasuki uji klinis tahap 3.

Dirinya berharap, semangat Fakar bisa menjadi motivasi untuk anak muda lainnya di BUMN dan juga seluruh putra putri bangsa Indonesia. Semangat itu juga yang nantinya menguatkan para pemuda untuk tetap mencintai Indonesia.

"Apapun pekerjaanmu, jangan pernah lelah mencintai Indonesia. Salam Sumpah Pemuda," jelas Erick.

Menko Perekonomian

Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Memperingati Hari Sumpah Pemuda tahun ini, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto ajak pemuda tanah air siap hadapi perubahan. Menurutnya, pemuda memiliki peran besar membangun peradaban bangsa melalui perubahan.

"Di setiap perubahan yang dialami bangsa dan negara ini, pemuda ada di dalamnya. Pemuda menjadi kekuatan pendorong di setiap perubahan," kata Menko dilansir dari laman instagram pribadinya.

Perubahan tersebut, kata Menko, salah satunya sebagai upaya menyelaraskan diri dengan tuntutan kondisi global yang juga semakin berubah. Untuk itu, hal ini sekiranya dapat dijadikan pembelajaran di masa yang akan datang.

"Dalam setiap perubahan, dalam setiap kondisi global yang berubah tentu kita semua harus berubah. Dan kita semua harus belajar," kata Menko.

Airlangga menyadari adanya ketidaknyamanan saat perubahan itu terjadi. Namun ia berpesan agar ketidaknyamanan, atau rasa takut itu sebaiknya tidak menjadi dominan.

"Jadi, jangan takut dengan perubahan. Jangan sampai ketakutan yang memimpin kita. Upaya untuk menyesuaikan dengan perubahan, itulah yang harus memimpin kita untuk menghadapi perubahan tersebut," kata Menko.

"Selamat Hari Sumpah Pemuda," tutup dia.

Menteri Agama

Menteri Agama Fachrul Razi saat Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR di Jakarta, Selasa (8/9/2020). Fachrul Razi menyatakan tidak tahu jika pernyataannya soal radikalisme masuk masjid melalui anak muda yang menguasai bahasa Arab dan good looking akan menjadi konsumsi publik. (Liputan6.com/Johan Tallo)
Menteri Agama Fachrul Razi saat Rapat Kerja dengan Komisi VIII DPR di Jakarta, Selasa (8/9/2020). Fachrul Razi menyatakan tidak tahu jika pernyataannya soal radikalisme masuk masjid melalui anak muda yang menguasai bahasa Arab dan good looking akan menjadi konsumsi publik. (Liputan6.com/Johan Tallo)

Menteri Agama Fachrul Razi menilai, Sumpah Pemuda adalah peristiwa bersejarah yang menjadi momentum, kebangkitan persatuan dan kesatuan bangsa. Memperingati hal itu, dia mengajak kaum milenial untuk membangun negeri dan menjaga persatuan bangsa.

"Saya mengajak para pemuda, generasi milenial, untuk menguatkan tekad dan semangat untuk membangun negeri, berpegang teguh pada Pancasila juga ajaran agama," tulis Fachrul dalam siaran persnya.

Selain ajakan optimisme, Fachrul meminta pemuda Indonesia bisa terus menjaga persatuan, persaudaraan, dan kerukunan sesama.

Sebab menurut dia, pemuda adalah tulang punggung bangsa, tidak ada perubahan besar untuk kemajuan bangsa, di Indonesia maupun dunia, tanpa peran dan sumbangsih pemuda.

"Pemuda selalu menjadi motor penggerak pembangunan yang konsisten mengamalkan nilai-nilai luhur bangsa," tegas Fachrul.

Hari ini Indonesia memperingati peristiwa bersejarah yang terjadi 92 tahun lalu, Sumpah Pemuda.

Kala itu, putra-putri Indonesia, dalam Kongres Pemuda II yang berlangsung 27-28 Oktober 1928, membacakan ikrar mengaku bertumpah darah dan berbangsa yang satu, bangsa Indonesia; serta menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia.

"Dari pemuda, untuk Indonesia maju," Fachrul menandasi.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: