UEA Butuh Bantuan Jepang untuk Berangkat ke Bulan

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pesawat luar angkasa Hakuto-R buatan iSpace asal Jepang akan membantu Uni Emirat Arab (UEA) untuk menerbangkan wahana antariksa mereka, Rashid, ke Bulan. Proyek luar angkasa negara Arab itu terbilang masih baru tetapi sudah berhasil membuat beberapa lompatan, seperti Hope ke Mars.

Jika berjalan sesuai rencana maka misi tersebut akan diluncurkan pada tahun depan. UEA berharap ada lebih banyak negara yang turut berpartisipasi. Mereka awalnya ingin mendaratkan wahana antariksa di Bulan pada 2024, namun Pusat Antariksa Mohammed Bin Rashid (MBRSC) justru memajukan misinya lebih cepat dari jadwal.

Baca: Nora al-Matrooshi, Astronot Perempuan Arab Pertama

Melansir dari situs Express, Jumat, 16 April 2021, Pendiri dan Kepala Eksekutif iSpace, Takeshi Hakamada, mengaku merasa terhormat bisa bekerja sama dengan UEA untuk mengirim Rashid ke satelit alami Bumi tersebut.

"Dunia akan menyaksikan pendarat komersial kami yang membawa penjelajah Rashid ke Bulan. Kami senang dapat berkolaborasi. UEA dan Jepang berkolaborasi mengeksplorasi ruang angkasa. Semoga jadi inspirasi untuk eksplorasi Bulan lebih dalam antara sektor publik dan komersial di seluruh dunia," kata dia.

Direktur Jenderal MBRSC, Yousuf Hamad AlShaibani, menyebut komitmennya terhadap penelitian dan pengembangan ruang angkasa yang telah menarik perhatian dunia melalui berbagai proyek antariksa.

"Kami sekarang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Kami bermitra dengan entitas internasional yang akan membantu menciptakan lanskap ekonomi luar angkasa baru di negara ini," tegasnya.

Hakuto-R akan membawa Rashid ke permukaan Bulan dan menyediakan pesawat luar angkasa atau probe dengan komunikasi nirkabel. Tujuan utama misi ini adalah untuk menguji semua komponen ilmu pengetahuan dan teknologi, di mana suatu hari nanti dapat bermanfaat bagi misi jangka panjang ke lokasi lain seperti Mars.

Pusat Antariksa Mohammed Bin Rashid (MBRSC) melaporkan negaranya dengan cepat berekspansi ke sektor luar angkasa untuk mendiversifikasi ekonomi, yang selama ini bergantung sama minyak.

Pada 2019, UEA sukses mengirim astronot pertamanya, Hazzaa al-Mansoori (37), ke Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS). Mantan pilot jet tempur F-16 itu menghabiskan delapan hari di laboratorium orbital sebelum kembali ke Bumi bersama Nick Hague dari NASA dan Aleksey Ovchinin dari Roscosmos.