UEFA: Kompetisi Domestik Tak Rampung, Siap-Siap ke Liga Champions Lewat Kualifikasi

Nyon - Presiden UEFA, Aleksander Ceferin mengancam klub-klub yang lolos Liga Champions tapi liga domestiknya tidak rampung bakal memulai kompetisi dari babak kualifikasi.

Serie A, La Liga, dan Premier League belum memutuskan bagaimana liga akan dituntaskan. Sementara, baru Bundesliga yang mantap melanjutkan kompetisi di tengah pandemi virus corona.

Prancis, Belanda, dan Belgia sudah dipastikan menghentikan kompetisi dengan ketentuan yang beragam. PSG dan Club Brugge dihadiahi gelar juara, sementara Ajax sang pemuncak klasemen Eredivisie tidak.

Itulah yang membuat operator liga pusing jika memang memutuskan untuk tidak melanjutkan kompetisi. Liverpool misalnya, juga cemas nasibnya seperti Ajax yang tidak diberikan gelar juara otomatis.

"Pokoknya semua keputusan harus adil. Solusi terbaik tentunya menentukan segalanya berdasarkan data," kata Ceferin.

Bukan cuma soal siapa yang layak menjadi kampiun, operator liga juga dipusingkan mengenai siapa yang berhak untuk maju ke Liga Champions. Di tengah kerumitan ini, UEFA justru memberikan ancaman.

"Rencana konkret untuk menyelesaikan liga itu harus ada. Saya yakin pasti ada solusinya. Jika ada liga yang tidak mau menuntaskan, atau liga selesai ketika Liga Champions atau Eropa sudah berjalan, maka konsekuensinya adalah masuk melalui jalur kualifikasi," ujarnya lagi.

Tidak Tahu Menahu

SEPTEMBER -- Aleksander Ceferin resmi terpilih sebagai Presiden UEFA setelah meraih kemenangan mutlak dalam Kongres Luar Biasa UEFA, di Athena, Yunani. Mantan Presiden Asosiasi Sepak Bola Slovenia ini mengalahkan Michael Van Praag. (AFP/Jure Makoves)

Ceferin melanjutkan, bahwa kesehatan publik adalah prioritas utama. Tapi, ia ngotot bahwa UEFA hanya melakukan apa yang seharusnya dilakukan.

"Tentu saja kesehatan publik itu nomer satu. Semua sektor ekonomi kena dampaknya karena pandemi ini, makanya kami harus menuntaskan pekerjaan kami. UEFA dan liga domestik lainnya terhubung," lanjut Ceferin.

"UEFA hanya ingin melihat klub yang menjuarai turnamen mampu mentas di kompetisi antarklub Eropa. Esensi olahraga, termasuk sepak bola, kan ya didasarkan pada hasil akhir," katanya menambahkan.

Sumber: Football Italia

Disadur dari Bola.com (Gregah Nurikhsani/Gregah Nurikhsani, published 16/5/2020)