UEFA: Madrid, Barcelona, Milan dan Juve Jangan Main di Liga Champions

Muchamad Syuhada
·Bacaan 1 menit

VIVA – Masih seputar Liga Super Eropa. Presiden UEFA Aleksander Ceferin kembali mengeluarkan ultimatum kepada para peserta ajang tersebut.

Kehebohan Liga Super Eropa terjadi sejak awal pekan ini. 12 tim pada Minggu lalu menyatakan siap tampil di kompetisi anyar yang digadang-gandang akan menjadi tandingan Liga Champions tersebut.

Namun hanya dalam hitungan 48 jam, wacana Liga Super Eropa amburadul. Satu per satu tim peserta menyatakan mundur karena mendapat banyak tekanan.

UEFA dan FIFA menyatakan Liga Super Eropa sebagai langkah yang salah. Mereka siap menjatuhkan sanksi kepada tim peserta dan pemain yang tampil di ajang itu. Belum lagi pihak suporter yang secara umum menolak pegelaran tersebut.

Delapan tim sudah mundur dan kini hanya ada Juventus, Real Madrid, Barcelona, dan AC Milan, yang masih bertahan. Walau sudah mengaku sulit untuk menjalankan kompetisi itu, tapi mereka juga menolak menganggap Liga Super Eropa telah resmi kandas.

"Mungkin kami bisa sedikit mengubah format dengan empat besar di Spanyol misalnya. Yang penting adalah tim-tim besar berduel satu sama lain sehingga anak-anak akan menonton sepakbola," kata presiden Liga Super Eropa, Florentino Perez.

Tahu ada pihak yang masih ngotot memaksa Liga Super Eropa jalan terus, UEFA pun kembali mengeluarkan pernyataan keras. Ceferin sebagai orang nomor satu meminta empat klub yang tersisa agar jangan berharap tampil di Liga Champions lagi.

"Meski sudah kandas karena ditinggal sebagian besar peserta, Juventus, Madrid, Barcelona, dan AC Milan, tidak hengkang dari sana dan akan menerima konsekuensi," kata Ceferin dikutip Football Italia.

"Jelas mereka harus memutuskan bahwa mereka klub Liga Super atau tim asal Eropa. Dalam kondisi ini, mereka tidak bisa bermain di Liga Champions. Bila demikian, mereka silakan tampil di kompetisi sendiri," sambungnya.