UEFA Ngebet Bertemu FIFA Guna Bahas Wacana Piala Dunia Dua Tahun Sekali

·Bacaan 2 menit

Bola.com, Jakarta - UEFA meminta FIFA menggelar rapat membahas Piala Dunia digelar dua tahunan. Perubahan kalender internasional juga akan dibahas lebih lanjut dalam rencana rapat tersebut.

Kepala pengembangan sepak bola global FIFA, Arsene Wenger, menguraikan visi radikalnya dalam sebuah wawancara dengan surat kabar Prancis L'Equipe pada Jumat 3 September. Mantan manajer Arsenal itu kembali mempertegas rencananya pada Kamis pekan lalu.

Baik UEFA dan konfederasi Amerika Selatan CONMEBOL telah menyuarakan ketidaksetujuan mereka dan, seperti yang pertama kali dilaporkan oleh outlet Jerman Suddeutsche Zeitung, The Athletic mengklaim presiden UEFA Aleksander Ceferin telah mengirim surat kepada FIFA untuk meminta pertemuan lanjutan.

UEFA mengadakan pertemuan dengan 55 asosiasi anggotanya pada hari Selasa sebelum mengirim surat ke FIFA. Keputusan yang keluar adalah menolak tegas wacana tersebut.

CONMEBOL dan UEFA merasa terisolasi dan kecewa dengan tertutupnya FIFA. Namun demikian, rencana menggelar Piala Dunia tiap dua tahun didukung oleh Konfederasi Sepak Bola Afrika dan beberapa negara Asia, bersama dengan Persatuan Sepak Bola Karibia.

Kekhawatiran UEFA

Presiden UEFA Aleksander Ceferin mengangkat piala Liga Champion saat pengundian babak Semi Final Liga Champions di Nyon, Swiss, (21/4). Real Madrid melawan Atletico Madrid dan AS Monaco melawan Juventus. (Jean-Christophe Bott / Keystone via AP)
Presiden UEFA Aleksander Ceferin mengangkat piala Liga Champion saat pengundian babak Semi Final Liga Champions di Nyon, Swiss, (21/4). Real Madrid melawan Atletico Madrid dan AS Monaco melawan Juventus. (Jean-Christophe Bott / Keystone via AP)

Presiden UEFA Aleksandr Ceferin mengatakan ada "kekhawatiran di seluruh dunia sepak bola" tentang rencana yang diajukan oleh mantan manajer Arsenal itu

“Mempertimbangkan dampak besar reformasi ini terhadap seluruh organisasi sepak bola, ada kekhawatiran luas bahwa FIFA tampaknya telah mengampanyekan wacana Piala Dunia dua tahun sekali tanpa berbincang dengan konfederasi, asosiasi nasional, liga, klub, pemain, pelatih, klub, dan semua komunitas sepak bola," tulis Ceferin dalam suratnya pada Jumat, yang salinannya telah dilihat oleh Reuters.

"Sebagai salah satu contoh nyata di antara begitu banyak, sangat penting untuk menyoroti keprihatinan bersama di seluruh dunia sepak bola mengenai dampak Piala Dunia dua tahunan pada kalender pertandingan internasional dan, dalam konteks ini, pada sepak bola wanita," katanya.

Banyak Turnamen Kena Imbas

Berkat hasil ini, Argentina berhak lolos ke babak perempat final dengan status juara Grup A dan akan berhadapan dengan Ekuador. (AP/Andre Penner)
Berkat hasil ini, Argentina berhak lolos ke babak perempat final dengan status juara Grup A dan akan berhadapan dengan Ekuador. (AP/Andre Penner)

Jika Piala Dunia digelar dua tahun sekali, dampaknya akan sangat besar. Sebab bisa mengganggu event yang sudah ada, seperti Copa America, Euro, bahkan turnamen sepak bola wanita.

"UEFA dan asosiasi nasionalnya... memiliki keberatan serius dan keprihatinan serius seputar rencana FIFA," tambah Ceferin.

"Memang hal ini masih bisa dibicarakan, tapi melihat respons asosiasi kami (negara anggota UEFA), tampaknya bakal sulit. Kalender sepak bola dunia telah sedemikian rupa adanya. Memodifikasi itu akan mengorbankan banyak kompetisi lainnya."

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel