UEFA Ngotot Gelar Liga Champions di Lisbon walau Ada Lonjakan Kasus COVID-19

Jakarta - Lisbon bakal menjadi tuan rumah babak final eight Liga Champions 2019-2020. UEFA tidak punya rencana lain meski lonjakan kasus COVID-19 tengah melanda pinggiran kota bebrapa waktu terakhir ini.

Presiden UEFA, Aleksander Ceferin, berkata, tidak perlu ada rencana B menyikapi situasi ini. Sebelumnya, pihaknya juga sudah berbicara dengan Perdana Menteri Portugal, Antonio Costa dan menyadari tantangan berat yang dihadapi dalam menggelar sisa laga Liga Champions 2019-2020 itu.

"Selama pertemuan itu, semua pihak menggarisbawahi pentingnya bagi semua pihak untuk bekerjasama dan berkolaborasi dalam menyukseskan event di Lisbon," pernyataan resmi UEFA. 

UEFA berniat menuntaskan sisa pertandingan Liga Champions 2019-2020 yang sempat terhenti sejak Maret lalu akibat pandemi COVID-19 yang melanda dunia.

Guna menghemat waktu dan mengurangi dampak larangan bepergian yang dikeluarkan sejumlah negara peserta, UEFA pun memutuskan melanjutkan ajang ini dengan format home tournament dengan sistem laga Final Eight.

 

Lonjakan Kasus COVID-19

ilustrasi Liga Champions (Liputan6.com/Abdillah)

Lisbon, Portugal, kemudian ditunjuk sebagai tuan rumah bagi ajang ini. UEFA berharap seluruh pertandingan Liga Champions yang tersisa bisa rampung pada bulan Agustus mendatang.

Namun sejak Rabu kemarin, setidaknya 19 kota satelit yang mengelilingi ibu kota Portugal itu kembali mengalami lonjakan kasus COVID-19 dan memaksa pemerintah menerapkan lockdown.

Dalam situasi ini, pertemuan dibatasi maksimal hanya boleh dihadiri maksimal 5 orang saja. Ini lebih rendah dibandingkan kota Lisbon yang menerapkan batas maksimal 10 orang dan 20 orang untuk kota-kota lain di Portugal. Kebijakan ini akan diterapkan pada 1-14 Juli sebelum ditinjau lagi kemudian.

 

Sumber: UEFA

Disadur dari: Liputan6.com (Marco Tampubolon, published 1/7/2020)

Saksikan video pilihan berikut ini: