UEFA Resmi Tunjuk Kandang FC Porto Sebagai Tempat Final Liga Champions

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kota Porto di Portugal akhirnya dipilih Asosiasi Sepakbola Eropa (UEFA) untuk menggantikan Istanbul, Turki sebagai tempat final Liga Champions 2020/2021, yang mempertemukan Manchester City melawan Chelsea, pada Minggu 30 Mei 2021, dini hari WIB.

Keputusan UEFA memilih kandang FC Porto, Estadio Do Dragao sebagai tempat final Liga Champions musim ini setelah larangan perjalanan ke Turki yang ditetapkan pemerintah Inggris lantaran menyebut kawasan tersebut adalah 'zona merah' dalam penyebaran COVID-19. Hal itu membuat UEFA kesulitan untuk menggelar partai puncak tersebut dengan kehadiran penonton.

Berdasarkan pernyataan resmi UEFA pada Kamis 13 Mei 2021, final Liga Champions 2020/21 antara ManCity melawan Chelsea akan diadakan di Do Dragao. Keputusan ini diambil setelah UEFA mendapatkan tawaran dari Asosiasi Sepakbola Portugal (FPF) dan juga pihak berwenang di negara kelahiran Cristiano Ronaldo tersebut.

Diketahui, final Liga Champions awalnya dijadwalkan berlangsung di Stadion Ataturk, Istanbul, tapi keputusan pemerintah Inggris yang menempatkan Turki dalam daftar merah larangan perjalanan demi pencegahan virus Corona, yang membuat sulit pertandingan akan dihadiri penggemar masing-masing klub.

Apalagi, setelah penonton dilarang datang ke stadion selama hampir setahun membuat UEFA berpikir bahwa segala sesuatu harus dilakukan untuk memastikan pendukung kedua tim finalis dapat hadir.

Makanya, UEFA sempat membahas pemindahan pertandingan ke Inggris, karena mendapatkan dorongan dari FA dan berbagai pihak berwenang. Namun, kesepakatan urung terlaksana lantaran beberapa permintaan UEFA terkait pengurangan jumlah karantina tidak bisa diterima oleh FA dan pemerintah Inggris.

Alhasil, otoritas berwenang di Portugal dan FPF turun tangan serta bekerja dengan cepat UEFA untuk menawarkan tempat yang cocok menggelar laga All England Final tersebut. Terlebih, Portugal merupakan kawasan yang masuk 'zona hijau', yang membuat para pemain dan penggemar tidak perlu menjalani karantina lagi saat datang atau kembali pulang.

"Keputusan tersebut tidak datang tanpa penyesalan yang besar atas pekerjaan yang telah dilakukan otoritas sepakbola Turki selama dua tahun terakhir untuk memastikan pementasan final yang sukses di Istanbul," tulis pernyataan resmi UEFA.

"UEFA berterima kasih atas kemitraan berkelanjutan dan semangat kerja sama mereka serta pengertian yang mereka tunjukkan dalam keadaan khusus ini dan segera melihat peluang masa depan untuk kota Istanbul."

Sementara itu, laga final yang sudah resmi pindah ke Portugal dipastikan boleh dihadiri masing-masing penggemar dari kedua tim. Namun, penggemar The Citizens dan The Blues hanya mendapat jatah masing-masing 6.000 tiket yang dapat dibeli melalui klub, dan akan mulai dijual sesegera mungkin mulai hari ini.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel