UEFA Tabuh Genderang Perang Lawan Liga Super Eropa

Zulfikar Husein
·Bacaan 1 menit

VIVA – Otoritas tertinggi sepakbola Eropa (UEFA) telah menabuh genderang perang terkait akan bergulirnya Liga Super Eropa. Sebelumnya, dalam pernyataan resminya, UEFA sangat jelas menentang digelarnya kompetisi yang hanya melibatkan klub-klub elite saja.

Diketahui, ada 12 klub dari Inggris, Italia, dan Spanyol, yang sudah sepakat untuk menggelar kompetisi bernama Liga Super Eropa. Sementara itu, deklarasi telah dilakukan oleh Florentino Perez yang didaulat menjadi presiden liga.

Sebagai pemegang wewenang segala hal berbau sepakbola di benua biru, UEFA bersama asosiasi anggotanya meminta klub-klub yang menjadi inisiator Liga Super Eropa menghentikan langkahnya. Jika mereka tetap ngotot menggelar Liga Super Eropa, UEFA tak segan untuk memberikan sanksi bagi klub dan pemain yang terlibat.

"Kami akan mempertimbangkan semua langkah yang tersedia bagi kami, di semua tingkatan, baik secara peradilan dan olahraga untuk mencegah hal ini terjadi. Sepakbola harus didasarkan pada kompetisi terbuka dan prestasi. Jadi, tidak bisa dengan cara lain," tulis pernyataan resmi UEFA, Senin 19 April 2021.

Lebih lanjut, UEFA juga mengajak kepada seluruh pecinta sepakbola, suporter, dan politisi untuk memerangi proyek Liga Super Eropa. Sebab, UEFA melihat, Liga Super Eropa sarat kepentingan pribadi yang harus dijauhkan dari kompetisi sepakbola profesional.

"Kami menyerukan kepada semua pecinta sepakbola, suporter, dan politisi, untuk bergabung dengan kami dalam memerangi proyek semacam itu. Sejak diumumkan, proyek itu sarat dengan kepentingan pribadi dari beberapa orang yang sudah berlangsung terlalu lama."

Selain mengajak seluruh pihak di sepakbola melawan Liga Super Eropa, UEFA juga memberikan apresiasi kepada klub-klub dari Prancis dan Jerman, yang menolak untuk berpartipasi di kompetisi antar klub-klub elite itu.

"Kami sangat berterima kasih kepada klub-klun di negara lain, terutama Prancis dan Jerman, yang telah menolak untuk bergabung."