UGM Kembangkan Alat Deteksi Dini Stunting GAMA-KiDS

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Berangkat dari masalah stunting di Indonesia yang perlu perhatian khusus, sekelompok peneliti Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan perangkat guna membantu upaya deteksi dini stunting. Tim peneliti dari Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Masyarakat UGM mengembangkan GAMA-KiDS.

Disampaikan pengajar dari Departemen Gizi Kesehatan Masyarakat FKKMK UGM Dr Siti Helmiyati, "Pengembangan GAMA-KiDS tidak lepas dari isu stunting yang telah menjadi sorotan sejak beberapa tahun belakangan, bahkan pada masa pandemi COVID-19."

Menurut Siti, berbagai riset membuktikan bahwa stunting di Indonesia perlu perhatian khusus. Salah satu upaya mengatasinya dengan kecepatan deteksi dini yang umumnya dilakukan oleh kader Posyandu.

Siti Helmiyati berharap, GAMA-KiDS dapat meningkatkan kemampuan Posyandu dalam melakukan deteksi dini stunting. Dia menjelaskan, GAMA-KiDS merupakan kit yang terdiri dari tikar untuk mengukur panjang badan, cakram ukur status gizi panjang badan menurut usia, dan buku petunjuk penggunaan.

Alat deteksi dini stunting GAMA-KiDS pertama kali dikembangkan pada 2019 dan diteliti lebih lanjut pada 2020 dan 2021 melalui pendanaan dari Kementerian RIset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi, dan diuji coba pada Posyandu di Yogyakarta dan Aceh.

Kendala Deteksi Dini Stunting

Stunting, jelas Siti, merupakan kondisi tinggi atau panjang badan anak yang kurang dari 2 standar deviasi dari rerata tinggi atau panjang badan kelompok usianya.

"Stunting dapat berdampak pada penurunan kemampuan kognitif, sistem imun yang lemah, dan perkembangan emosional yang kurang," kata Siti, dilansir Antara.

Bila upaya perbaikan status gizi pada anak stunting tidak segera dilakukan, maka ketika dewasa tidak akan menjadi orang yang produktif, mudah sakit, dan menjadi beban baik bagi diri sendiri, keluarga, dan negara.

Menurut Siti, upaya deteksi dini stunting masih menghadapi sejumlah kendala, yakni belum semua kader Posyandu mampu melakukan hal tersebut. Selain itu, tidak semua daerah punya alat ukur panjang badan yang valid. Dia mengatakan, banyak alat ukur panjang badan yang digunakan merupakan buatan masyarakat secara swadaya dan belum teruji validitasnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel