UI jadikan Idul Fitri momentum pererat persaudaraan

Universitas Indonesia (UI) menjadikan Idul Fitri 1443 Hijriah sebagai momentum untuk mempererat persaudaraan dalam harmoni kebhinnekaan dan kebangsaan.

Rektor Universitas Indonesia (UI) Prof Ari Kuncoro dalam keterangan tertulisnya, Senin, mengatakan sebagai keluarga besar, UI terus mempererat silaturahim, bersinergi meski berasal dari beragam budaya, dan selalu menjaga marwah UI.

Baca juga: Pandemi COVID-19 dorong UI wujudkan Entrepreneurial University

"Semoga kita termasuk dalam orang-orang yang mencapai kemenangan dalam beribadah. Matahari selalu muncul dari timur, meskipun kita tidak peduli akan hal itu, tetaplah menjadi baik sepanjang umur karena dalam jiwa kita terpatri nama UI,” kata Prof Ari dalam Halalbihalal virtual, Senin.

Menurut dia, halalbihalal merupakan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang menjadi jembatan sosial bagi warga untuk merajut komunikasi dan silaturahim, termasuk merajut tali persaudaraan.

Wakil Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Zulfa Mustofa dalam tausiah pada halalbihalal UI mengatakan dalam momen itu semua orang berkumpul tanpa melihat latar belakang agama, ras, suku, dan etnis.

Baca juga: Iluni UI dorong alumni cegah polarisasi masyarakat

Tradisi inilah, menurut dia, yang membuat Indonesia tetap utuh meski penuh keragaman.

Zulfa Mustofa juga mengatakan kunci keutuhan NKRI dan kekuatan bangsa ini adalah silaturahim.

Menurut Zulfa, kunci beragama adalah akhlak karena agama datang untuk menyempurnakan akhlak manusia. Akhlak yang baik meliputi akhlak manusia kepada Allah (habluminallah) dan akhlak manusia kepada sesamanya (habluminannas).

Baca juga: UI terima 9.300 mahasiswa baru pada 2022

"Pada bulan Ramadhan, manusia diajarkan berakhlak baik kepada Allah dengan beribadah dan berpuasa untuk meningkatkan spiritualitas," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel