UI: RI perlu pastikan tiga kesiapan untuk terima investasi global

Kepala Program Studi Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (UI) Hanief Saha Ghafur mengatakan Indonesia perlu dipastikan siap ketika menerima investasi.

Kesiapan tersebut, kata dia, terdiri dari kesiapan infrastruktur, jaminan hukum, dan jaminan keamanan.

"Misalnya yang pertama adalah persiapan dari segi infrastruktur, baik terkait industri jasa dan industri fabrikasi adalah penting. Kalau tidak punya infrastruktur yang bagus maka tidak ada investor yang akan masuk," katanya dalam webinar International Investment yang dipantau di Jakarta, Kamis.

Indonesia juga perlu memberikan jaminan hukum bagi investasi yang masuk ke dalam negeri.

"Jaminan keamanan juga adalah penting di dalam satu investasi. Apakah kemudian keamanan itu tidak mengganggu atau merusak investasi," kata Hanief.

Baca juga: Bahlil: Pertumbuhan investasi asing merata, tak terpaku satu negara

Ia mencontohkan Singapura memiliki infrastruktur, jaminan hukum, dan jaminan keamanan yang baik, sehingga mereka percaya dapat menjadi pusat keuangan Islam dengan mengajak investor berinvestasi di sana.

"Wajar kalau Singapura kemudian meminta pusat-pusat keuangan Islam di dunia ini berinvestasi dan menjadikannya sebagai kantor pusat karena mereka memimpin dalam hal infrastruktur, jaminan hukum, dan jaminan keamanan yang baik dalam industri jasa khususnya jenis jasa keuangan," katanya.

Sementara itu Indonesia yang juga telah memiliki Sovereign Wealth Fund (SWF) juga bisa terus membangun ketiga pilar untuk menarik lebih banyak investasi masuk ke dalam negeri.

"SWF semacam akumulasi dari keuangan besar di dunia ini yang perlu dipetakan oleh bangsa, oleh negara, untuk kemudian mampu mengundang mereka untuk berinvestasi di Indonesia," ucap Hanief.

Baca juga: BI: Kewajiban neto investasi internasional RI menurun di triwulan II