UI SDGs Summit jadi langkah mahasiswa bantu pembangunan berkelanjutan

Universitas Indonesia menggelar UI SDGs Summit 2022 yang menjadi langkah mahasiswa dalam membantu pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) atau tujuan pembangunan berkelanjutan.

Project Officer UI SDGs Summit 2022 Adnan Yasir mengatakan kegiatan yang berlangsung di Balai Sidang Fakultas Hukum Indonesia dilatarbelakangi oleh adanya momentum yang tepat setelah pandemi untuk perbaikan strategi dalam upaya pencapaian target-target SDGs terutama dalam lingkup ekonomi, sosial dan lingkungan

"Berbagai tantangan yang dihadapi saat pandemi COVID-19 justru menjadi kesempatan bagi kita untuk merestrukturisasi dan revitalisasi strategi," ujar Adnan Yasir dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Minggu.

Grand Summit tersebut, kata dia, bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya pencapaian SDGs terutama bagi anak-anak muda yang di masa depan akan turut merasakannya.

Terlebih lagi, anak muda yang akan melanjutkan agenda universal untuk menciptakan kesejahteraan masyarakat.

"Adanya acara ini diharapkan dapat membangkitkan optimisme dalam upaya pencapaian SDGs. Masalah global yang kita hadapi perlu diselesaikan bersama karena pada dasarnya SDGs memiliki prinsip inklusif, partisipatif, dan no one left behind," ujarnya.

Baca juga: FEB UI peroleh akreditasi internasional

Baca juga: Rektor UI: Konferensi pendidikan tinggi berperan kembangkan SDM

Dalam gelaran UI SDGs Summit 2022 terdapat empat pembicara kunci yang dihadirkan. Pertama, Mohammad Radzlan bin Jalaludin (CEO of Education Malaysia Global Service) yang menyampaikan pesan pentingnya kerja sama luar negeri dalam upaya pencapaian SDGs.

Kemudian, Hastuti Assauri (General Manager Human Capital PT. Kimia Farma) yang menyampaikan pesan adanya perbaikan sektor kesehatan setelah pandemi.

Ketiga, Yanuar Nugroho (Koordinator Tim Ahli Sekretariat Nasional SDGs) yang menyampaikan pesan bahwa pemerintah sangat terbuka untuk melakukan kolaborasi dengan berbagai stakeholder dalam upaya pencapaian SDGs.

Terakhir, Tony Wenas (President Director of PT Freeport Indonesia) yang menyampaikan pesan bahwa perlunya penyesuaian dalam sektor energi tak terbarukan untuk bisa menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.

Setelah sesi pemaparan pembicara kunci, berikutnya adalah sesi pemaparan materi dan talkshow yang dihadiri oleh tiga narasumber yang merupakan representatif dari tiga pilar utama dalam SDGs yaitu sosial, ekonomi dan lingkungan.

Diskusi tersebut membahas keselarasan dari setiap pilar dalam upaya pencapaian SDGs. Mengingat bahwa SDGs merupakan agenda universal yang multidisiplin maka perlu adanya kesepakatan dari masing-masing pilar agar bisa bersinergi dan berkolaborasi menciptakan kesejahteraan masyarakat sesuai dengan target-target SDGs.

Pada bagian akhir, Grand Summit dilanjutkan dengan awarding ceremony. Pada bagian ini diumumkan pemenang dari para finalis lomba essai yang sudah melewati tahap presentasi dan student conference yang sudah dinilai oleh juri.

Baca juga: 1.060 peserta hadiri QS Higher ED Summit Asia Pacific 2022

Baca juga: SKSG-UI sosialisasikan permukiman bebas asap rokok turunkan stunting