UI soroti 3 isu prioritas dalam Policy Brief Presiden G20

Para peneliti Universitas Indonesia (UI) menyusun 40 rekomendasi kebijakan yang terangkum dalam "Kumpulan Policy Brief Universitas Indonesia untuk Presidensi G20 Indonesia 2022" yang menyoroti 3 isu prioritas yaitu penguatan arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi digital, dan transisi energi.

Rektor UI Prof Ari Kuncoro dalam keterangannya, di Depok, Rabu, mengatakan kumpulan "Policy Brief Universitas Indonesia untuk Presidensi G20 Indonesia 2022” ini dapat menjadi sumbangsih keilmuan dan kontribusi nyata UI sebagai mitra bagi pemerintah dalam Presidensi G20.

"Kami juga berharap hasil pemikiran para peneliti, dosen, mahasiswa, dan segenap sivitas akademika UI yang tertuang dalam policy brief ini juga bermanfaat untuk pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia dan global," ujarnya.

Untuk memperkuat arsitektur kesehatan global, Presidensi G20 Indonesia fokus pada tiga strategi yang meliputi pemerataan fasilitas kesehatan serta akses terhadap vaksin dan alat-alat kesehatan; standardisasi protokol kesehatan global untuk seluruh negara di dunia, dan pengembangan pusat manufaktur dan pengetahuan global untuk respons pandemi atau pandemic prevention, preparedness, dan response (pandemic PPR).

Baca juga: UI serahkan buku 'Policy Brief' dukung Presidensi G20

Untuk mencapai hal tersebut, lanjutnya, perlu ditempuh pendekatan yang inklusif dan berkelanjutan agar institusi kerja sama yang sudah terbangun baik dalam inter-governmentalism, seperti WHO maupun institusi yang dibangun aktor-aktor non-negara, dapat bersinergi.

Selain itu diperlukan pula pendekatan yang seimbang antara kepentingan negara besar dan negara kecil, kepentingan bisnis farmasi dan peralatan kesehatan, dengan kebutuhan kesehatan masyarakat di negara berkembang.

Sementara itu terkait isu transisi energi, kata dia, rekomendasi dari UI yang dapat dilakukan pemerintah adalah dengan membuat energy transition mechanism. Indonesia dapat menerapkan bauran kebijakan dalam revenue recycling dan mengedepankan multi-objective optimization daripada pilihan kebijakan pada situasi trade-off.

Strategi revenue recycling diterapkan dengan tepat, misalnya dengan investasi pada sektor energi terbarukan. Peningkatan pemanfaatan sumber energi terbarukan dapat dilakukan melalui optimalisasi pengembangan pembangkit listrik serta integrasi keberagaman moda angkutan perairan guna efisiensi energi dan dekarbonisasi untuk membangun kawasan yang berkelanjutan.

Baca juga: Sri Mulyani minta UI berkontribusi pulihkan krisis dunia lewat G20