UIN Antasari Banjarmasin wisuda 1.072 sarjana saat Dies Natalis ke-58

Universitas Islam Negeri (UIN) Antasari Banjarmasin, Kalimantan Selatan, mewisuda 1.072 sarjana saat Dies Natalis ke-58 di Auditorium Kampus 2 UIN Antasari Banjarmasin di Kota Banjarbaru, Rabu.

Kampus yang didirikan pada 1964 tersebut pada tahun akademik 2022 ini meluluskan sebanyak 749 sarjana S1, kemudian sebanyak 47 sarjana S2 dan sebanyak 4 sarjana S3 ke-44.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Lembaga UIN Antasari Banjarmasin Dr Hj Bisa Mufidah melaporkan, dengan 1.072 sarjana ini, maka total alumni kampus yang dari IAIN menjadi UIN pada 2017 tersebut sudah sebanyak 27.758 orang.

"Khusus lulusan sarjana S3 sudah sebanyak 53 orang dan S2 sebanyak 1.560 orang," ujarnya.

Baca juga: UIN Antasari gelar pertemuan ilmiah para sarjana Borneo

Baca juga: 1.260 mahasiswa UIN Antasari angkatan ke-73 diwisuda

Rektor UIN Antasari Banjarmasin Prof Mujiburahman mengucapkan selamat kepada para wisudawan dan wisudawati yang sudah berhasil mengakhiri masa pendidikan hingga jadi sarjana.

Diharapkan, para wisudawan dan wisudawati mengamalkan ilmu yang didapat untuk masyarakat, mengabdi untuk bangsa dan negara dan membanggakan kedua orang tua.

"Tetap jaga nama baik almamater kampus," ucapnya.

Dia pun menyampaikan bahwa kampus UIN Antasari Banjarmasin terus berbenah untuk kemajuan pendidikan, sarana dan kualitas alumni yang dikeluarkan.

Tidak hanya berskala nasional, ucap dia, namun juga bisa mencapai internasional.

"Jadi tidak seperti katak dalam tempurung," ujarnya.

Karenanya, kata Mujiburahman, program pendidikan UIN Antasari terus menjalin kerjasama dengan universitas di luar negeri, seperti untuk program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa.

"Kita buka lagi program KKN mahasiswa ke Malaysia dan Thailand pada tahun depan, usai pandemi COVID-19 ini mereda," ujarnya.

Karenanya, kata Mujiburahman, pendidikan bahasa Inggris dan bahasa Arab di kampusnya difokuskan lagi.

Selain untuk mencetak alumni yang berkualitas intelektual berskala internasional, kata dia, kampusnya juga tidak melupakan tugas untuk mencetak para ulama.

Sehingga, program pendidikan pencetakan ulama di kampusnya dilanjutkan, sebagai upaya untuk terus mensyiarkan agama Islam ke seluruh dunia.*

Baca juga: UIN Antasari programkan KKN mahasiswa ke luar negeri

Baca juga: Kejati Kalsel membantu selesaikan permasalahan aset tanah UIN Antasari