UIN Malang Minta Maaf kepada Wapres Ma'ruf Atas Gangguan Teknis saat Webinar

Liputan6.com, Jakarta - Gangguan teknis berupa coretan yang menghiasi layar Wapres Ma'ruf Amin saat Webinar Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim (Maliki) Malang, Jawa Timur, berujung permintaan maaf. Pihak kampus mengaku menyesali adanya insiden saat Wapres Ma'ruf menjadi keynote speaker pada konferensi via aplikasi daring itu.

"Dengan adanya gangguan tersebut, yang menjadikan ketidaknyamanan bagi Bapak dan yang lain, maka kami mohon maaf atas keterbatasan kami," tulis surat UIN Malang yang ditandatangani Rektor UIN Maliki Malang Abd. Haris dan Tim Teknologi Informasi, Humas dan Staf Rektor UIN Maliki Malang, Selasa (9/6/2020).

Surat tersebut disampaikan pihak kampus kepada Tim Sekretariat Wakil Presiden. Dalam isi suratnya, pihak kampus menjelaskan bahwa gangguan di luar kendali pihak internal. Karenanya, mereka telah bersurat kepada layanan aplikasi terkait untuk memberikan klarifikasi terhadap insiden yang menyeret wibawa Wakil Presiden Indonesia.

"Kami telah mengklarifikasi gangguan tersebut ke pihak penyedia aplikasi zoom meeting, namun sampai dengan surat ini kami kirimkan ke Bapak, belum ada jawaban yang kami terima, dan kami akan tetap menunggu jawaban pihak penyedia aplikasi tersebut," jelas surat tersebut.

Sebelumnya, Juru Bicara Wakil Presiden Masduki Baidlowi meminta pihak Universitas Maulana Malik Ibrahim Malang mengusut insiden pencorengan wajah Wapres Ma'ruf Amin dengan tinta merah dalam tayangan webinar bersama mereka.

"Cari tahu kenapa hal tersebut sampai terjadi. Tentu saya menyesalkan atas terjadinya gangguan tersebut," kata Masduki saat dikonfirmasi perihal webinar bertemakan Kebijakan Strategis Menuju New Normal, Kamis (4/6/2020).

Menurut Masduki, pengusutan perlu dilakukan karena bisa saja hal tersebut dilakukan secara sengaja oleh pihak tertentu.

"Cari tahu, apalagi jika kejadian tersebut disengaja oleh pihak tertentu," jelas dia.

 

Penyebab dan Pelaku

Masduki juga meminta agar piha kampus dapat berkoordinasi dengan pihak keamanan (cyber) untuk mendalami hal ini agar ketahuan apa penyebab dan siapa pelakunya.

"Jadi ini untuk mencari tahu agar duduk perkara dari hal tersebut terungkap," dia menandasi.

Saksikan video pilihan di bawah ini: