UiPath Tawarkan Solusi RPA untuk Percepat Transformasi Digital di Indonesia

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - UiPath, penyedia peranti lunak di bidang automasi untuk perusahaan menegaskan komitmennya mendukung transformasi digital di Indonesia dengan solusi Robotic Process Automation (RPA).

Adapun solusi RPA ini sejalan dengan semakin pentingnya peran automasi berbasis robotik dalam merampingkan alur kerja di perusahaan, menjadi fleksibel, efisien, responsif, dan menguntungkan dari segi bisnis.

Automasi berbasis robotik atau RPA punya peran yang kian signifikan sebagai enabler utama bagi perusahaan dalam meningkatkan produktivitas, peran, hingga tingkat kepuasan karyawan dengan memangkas beban tugas yang menjadi rutinitas keseharian mereka di perusahaan,” ucap Wen Ming Wong, Vice President UiPath Southeast Asia dalam virtual media briefing baru-baru ini.

“Menurut penuturan responden yang terdiri dari para eksekutif global, 63 persen sepakat RPA merupakan komponen penting dalam proses transformasi digital, sedangkan 57 persen dari mereka mengatakan RPA bisa memangkas hingga kesalahan-kesalahan dalam proses manual," katanya.

Berdasarkan riset International Data Corporation (IDC) yang bertajuk “The Economic Impact of UiPath Robotic Process Automation” disebutkan, adopsi software RPA diharapkan akan turut memacu pertumbuhan bisnis pelanggan UiPath dengan cepat, dari sekira USD 7 milar di seluruh dunia di 2021 meningkat menjadi USD 55 miliar di 2025.

Laporan itu juga menyebutkan, lonjakan pertumbuhan ini sebagian disebabkan oleh munculnya lapangan kerja baru. IDC memprediksikan di 2025, sebanyak 73 juta lapangan kerja baru akan tercipta akibat pengadopsian UiPath RPA.

IDC mengestimasikan ada dua lapangan kerja baru untuk setiap pekerjaan yang tergantikan oleh RPA, dan bila berdasarkan pada bagaimana teknologi ini berkembang pesat, rasio ini juga bisa berubah seiring waktu, muncul empat pekerjaan baru untuk setiap satu pekerjaan yang tergantikan.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Ekosistem Mitra UiPath Percepat Pertumbuhan Bisnis

Dengan automasi, terbuka peluang besar menapaki karir-karir baru. Makin gencarnya transformasi digital membuat perusahaan, mau tak mau, harus meningkatkan skill karyawan mengenai RPA untuk mengoptimalkan produktivitas dan inovasi dari terselenggaranya automasi di perusahaan.

“Automasi optimalkan produktivitas karyawan, sehingga mereka bisa lebih fokus pada tugas-tugas substansial lainnya, seperti hal-hal strategis, mengasah kreativitas, dan makin kolaboratif,” ucap Wen Ming Wong.

Layaknya kemunculan teknologi baru lainnya, RPA dan AI akan mampu mencetak lapangan-lapangan kerja baru.

Estimasi IDC Soal RPA UiPath

Lebih lanjut, saat ini sudah ada lebih dari 4.700 mitra yang tergabung dalam ekosistem dan mengadopsi UiPath RPA di perusahaan mereka masing-masing.

Dalam solusinya, perusahaa menawarkan dukungan RPA bisa berupa yang paling mendasar, seperti konektivitas jaringan maupun cloud storage, hingga yang kompleks sekalipun, seperti konsultasi strategi bisnis, assessment SDM, hingga dukungan pengembangan RPA centers of excellence.

IDC memprediksikan, secara global, pengadopsian UiPath dan mitra-mitranya dalam ekosistem akan turut menghasilkan sekira USD 5 miliar tahun ini dan USD 16,4 miliar di akhir 2025. “Dengan adanya ekosistem mitra UiPath, kapabilitas platform automasi menjadi makin luas, terlepas dari apapun sektor yang digeluti dan skala bisnisnya,” imbuh Wen Ming Wong.

UiPath berkomitmen untuk terus mendukung ekosistem ini terus tumbuh dengan menghadirkan peranti dan dukungan sebagai kunci dalam memberdayakan karyawan dalam bekerja nantinya di masa depan.

(Ysl/Isk)

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel