Uji Coba Layanan Telemedicine bagi Pasien Isolasi Mandiri di DKI Mulai 6 Juli 2021

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Uji coba layanan konsultasi medis daring (telemedicine) bagi pasien isolasi mandiri di DKI Jakarta mulai dilakukan Selasa, 6 Juli 2021. Uji coba ini dilakukan menyusul Kementerian Kesehatan menghadirkan layanan telemedicine untuk pasien isolasi mandiri.

Layanan telemedicine merupakan konsultasi kesehatan secara virtual yang bisa diakses kapan pun dan di mana pun oleh pasien. Untuk tahap awal, fasilitas ini hanya berlaku di area Jakarta.

Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengatakan, uji coba layanan telemedicine di Jakarta juga bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta. Diharapkan layanan ini mempermudah akses pasien isolasi mandri berkonsultasi dengan dokter dan menerima resep obat.

"Layanan ini akan mulai diuji coba di DKI Jakarta mulai besok, 6 Juli 2021 dan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta," ujar Budi Gunadi saat memberikan keterangan pers mengenai Layanan Telemedicine untuk Pasien Isolasi Mandiri pada Senin, 5 Juli 2021.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

#sudahdivaksintetap3m #vaksinmelindungikitasemua

Layanan Telemedicine, Pasien Tak Perlu Antre ke RS

Sejumlah pasien sembuh COVID-19 antre untuk mendonorkan plasma darahnya di Unit Donor Darah (UDD) PMI DKI Jakarta, Rabu (23/6/2021). PMI DKI Jakarta menyatakan ketersediaan stok plasma konvalesen untuk terapi penyembuhan pasien COVID-19 di DKI kosong. (Liputan6.com/Faizal Fanani)
Sejumlah pasien sembuh COVID-19 antre untuk mendonorkan plasma darahnya di Unit Donor Darah (UDD) PMI DKI Jakarta, Rabu (23/6/2021). PMI DKI Jakarta menyatakan ketersediaan stok plasma konvalesen untuk terapi penyembuhan pasien COVID-19 di DKI kosong. (Liputan6.com/Faizal Fanani)

Salah satu manfaat layanan telemedicine, menurut Budi Gunadi Sadikin, pasien tidak perlu mengantre ke rumah sakit. Dalam hal ini, kriteria pasien COVID-19 yang menjalani isolasi mandiri adalah mereka yang bergejala ringan maupun tanpa gejala.

Upaya di atas juga bertujuan agar rumah sakit fokus merawat pasien COVID-19 bergejala sedang, berat, dan kritis.

"Dengan layanan telemedicine, semua pasien isolasi mandiri bisa mendapatkan akses dan layanan medis tepat waktu, tanpa perlu mengantre ke rumah sakit," jelas Menkes Budi.

"Jadi, layanan rumah sakit diprioritaskan untuk pasien bergejala sedang, berat, dan kritis. Bagi pasien isolasi mandiri bisa tetap tinggal di rumah sambil menerima konsultasi atau pengiriman obat lewat layanan telemedicine."

Layanan Telemedicine Diakses Gratis

ilustrasi perempuan memegang ponsel/Photo by Dương Nhân from Pexels
ilustrasi perempuan memegang ponsel/Photo by Dương Nhân from Pexels

Manfaat penyediaan layanan telemedicine, lanjut Budi Gunadi Sadikin juga untuk meminimalisirkan risiko paparan virus Corona.

"Karena kalau harus datang ke rumah sakit untuk konsultasi dengan dokter akan susah dan menambah risiko penularan," lanjutnya.

Layanan telemedicine pun memberikan jasa konsultasi dokter dan pengiriman obat secara gratis. Ada 11 platform telemedicine yang sudah disiapkan dan bekerja sama dengan Kemenkes untuk pasien isolasi mandiri.

Budi Gunadi pun mengucapkan terima kasih atas kerja sama platform telemedicine.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada 11 platform telemedicine. Semua akan dilakukan berbasis digital dan elektronik," ucapnya. (Selengkapnya: Kemenkes Siapkan Layanan Telemedicine untuk Pasien Isolasi Mandiri)

Infografis 6 Tips Isolasi Mandiri di Rumah

Infografis 6 Tips Isolasi Mandiri di Rumah. (Liputan6.com/Abdillah)
Infografis 6 Tips Isolasi Mandiri di Rumah. (Liputan6.com/Abdillah)

Saksikan Video Menarik Berikut Ini:

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel