Uji Coba Pembelajaran Tatap Muka, Ini Persiapan SDN 08 Kenari Jakarta

Lis Yuliawati, Willibrodus
·Bacaan 2 menit

VIVA – Sejumlah sekolah di Jakarta Pusat sedang dipersiapkan untuk uji coba pembelajaran tatap muka (PTM) yang dimulai pada Rabu, 7 April 2021 mendatang. Salah satu sekolah yang menjadi percontohan PTM adalah SDN 08 Kenari, di Jalan Salemba Raya, Senen, Jakarta Pusat.

Kepala Sekolah SDN 08 Kenari Hardi Priyono mengatakan, SDN 08 Kenari ini ditunjuk oleh Suku Dinas Pendidikan Jakarta Pusat sebagai perwakilan Kecamatan Senen yang akan melaksanakan PTM di tengah pandemi COVID-19. SDN 08 Kenari juga telah mendapat SK langsung dari Menteri Pendidikan untuk pelaksanaan pembelajaran tatap muka ini.

"Nah tentunya saya dapat kepercayaan ketika itu langsung action mengkondisikan guru, memberdayakan guru, kemudian mengkondisikan sarana dan prasarana sekolah. Kita kondisikan sedemikian rupa dan ketika itu kan ada 27 kriteria," kata Hardi saat ditemui VIVA di SDN 08 Kenari, Senin, 5 April 2021.

Hadi menambahkan, "Nah kita upayakan dan kondisikan, alhamdulillah siap. Kemudian kebetulan ada asessment dari Kementerian dan Dinas. Dari dua asessment itu kita lolos, per cut off bulan Maret."

Meski sedang di tengah pandemi COVID-19, lanjut Hardi, pihaknya terus upayakan persiapan. Salah satu alur yang dilalui selama proses persiapan ini adalah mengisi CLM (Corona Ligthood Matrix) selama dua minggu.

"CLM itu semacam penilaian pribadi tentang kesehatan siswa begitu. Nah itu kami kirimkan link ke orangtua dan kirimkan juga link sensus ke orangtua tentang keinginan untuk belajar, serta ada beberapa hal tentang kesiapan itu," ujarnya.

Pantauan VIVA di lokasi, tampak di beberapa titik telah disiapkan tempat mencuci tangan. Hand sanitizer juga disiapkan di depan pintu ruang kelas yang akan digunakan untuk pembelajaran tatap muka.

Hal lain yang juga telah dipersiapkan adalah ruang transit, ruang UKS (Unit Kesehatan Siswa), dan juga marka pembatas di kursi dan meja siswa. Ruang isolasi juga telah dipersiapkan. Ruang itu akan digunakan apabila ada siswa yang mengalami gejala COVID-19 selama pelaksanaan PTM berlangsung.

"Nah kami semakin mempersiapkan, segera membentuk Satgas COVID-19 sekolah dan membuat skenario alur. Nah sudah yang isi CLM itu ada 356, yang tidak isi 141. Itu dari 500 siswa. Kalau yang ingin itu 448. Tapi kalau tidak isi CLM itu tidak bisa ikut masuk (mengikuti pembelajaran tatap muka)," ujar Hardi.

Sedangkan, tambah Hardi, bagi siswa-siswa yang tidak dapat mengikuti PTM, pihak SDN 08 Kenari tetap menyediakan proses pembelajaran jarah jauh (PJJ). Sehingga, para pelajar tetap mengikuti proses pembelajaran meski tak hadir langsung ke sekolah untuk mengikuti PTM.

"Kalau yang sudah isi CLM itu juga tidak semua bisa ikut PTM. Yang lolos itu ada sebanyak 323 dari kelas satu sampai kelas enam. Dari situ kita nyeting, pembelajaran ada pembagian shift. Saya rencanakan pukul 07.00 WIB sampai pukul 09.00 WIB untuk shift pertama dan shift kedua mulai pukul 10.00 WIB sampai pukul 12.00 WIB, karena setiap kelas itu hanya maskimal 16 siswa," ujarnya.