Uji COVID-19 gratis di Detroit dibanjiri warga

Oleh Rebecca Cook

Detroit (Reuters) - Penduduk Detroit pada Selasa harus menunggu berjam-jam untuk mendapatkan tes COVID-19 gratis di sebuah fasilitas baru, yang untuk pertama kalinya menawarkan pengujian kepada orang-orang yang belum memiliki gejala penyakit dan otorisasi dokter untuk pengujian.

"Saya tidak ambil risiko," kata Cheryl Albright, perempuan berusia 58 tahun warga Detroit. Ia mengidap hipertensi dan penyakit paru obstruktif kronik (COPD), kondisi yang ia tahu menempatkannya pada risiko yang lebih tinggi.

Albright mengatakan dia memiliki anggota keluarga yang telah dites positif COVID-19, penyakit pernapasan yang disebabkan oleh virus corona jenis baru.

Dia mengantre pukul 10 pagi ET (14.00 GMT) untuk mengikuti pengujian. Dua jam kemudian, ia masih berada dalam antrean bersama sekitar 100 orang lainnya.

"Ini penting bagi saya. Menurut saya, semua orang harus melakukannya," katanya.

Tes pada Selasa adalah awal program gratis bagi penduduk Detroit, kata Dr. Phillip Levy, profesor kedokteran darurat di Wayne State University. Bahkan, mereka yang tidak memiliki gejala bisa dites dengan swab hidung. Selain itu mereka bisa dites darah untuk menguji antibodi.

Ketika upaya diluncurkan bulan lalu, pengujian hanya dilakukan pada para petugas di garda depan serta petugas kesehatan di wilayah tersebut.

Permintaan untuk tes darah meningkat belakangan ini saat perekonomian di negara-negara bagian semakin didesak untuk dibuka kembali. Dengan mengetahui siapa saja yang punya imunitas, proses itu bisa dipercepat, kata pejabat kesehatan.

"Detroit adalah salah satu daerah yang paling parah terkena dampak di negara ini. Ada beberapa kasus tertinggi, beberapa tingkat kematian tertinggi, jadi sangat penting bagi kami untuk melakukan pengujian pada masyarakat," kata Levy dalam sebuah wawancara telepon.

"Jika Anda berpikir untuk memulai kembali ekonomi, penting untuk mengetahui bahwa Anda tidak berpotensi menulari secara akut dan bahwa Anda memiliki bukti kekebalan," tambahnya.

Michigan telah menjadi salah satu negara bagian yang paling parah dilanda wabah, tetapi para pejabat mengatakan tingkat infeksi sedang menurun.

Pada Senin, Michigan melaporkan lebih dari 38.000 COVID-19 kasus dan 3.407 kematian. Detroit merupakan bagian terbesar dari total jumlah itu dengan hampir 8.700 kasus dan 950 kematian.

Ketika Michigan dan negara-negara bagian lain mulai membuka kembali ekonomi mereka, pejabat negara bagian dan daerah menekankan pentingnya pengujian.

Presiden Donald Trump dan pejabat federal lainnya menghadapi kritik karena dianggap kurang cepat bergerak untuk memperluas pengujian. Beberapa pejabat pemerintah mengatakan pemerintah federal sedang mengirimkan alat swab dan peralatan terkait lainnya dalam jumlah cukup ke semua 50 negara bagian untuk membantu program pengujian mereka selama Mei dan Juni.

Program Wayne State berharap dapat menguji sebanyak 400 orang pada Selasa dan melakukan hal yang sama setiap hari selama enam hingga delapan minggu ke depan atas kerja sama dengan Michigan ketika negara bagian tersebut juga sedang meningkatkan upaya untuk menyelenggarakan pengujian secara luas, kata Levy.

Dalam program Detroit, tes dilakukan oleh Garcia Laboratories dengan menggunakan instrumen Abbott Laboratories, kata Levy.


(Dilaporkan oleh Rebecca Cook dan Ben Klayman; ditulis oleh Ben Klayman; Disunting oleh Jonathan Oatis)