Ujian Berat Liverpool di Periode Neraka Premier League

Satria Permana
·Bacaan 1 menit

VIVALiverpool bakal melakoni ujian berat dengan masuk pada periode neraka selama 34 hari di Premier League. Sebanyak 10 pertandingan, dengan mayoritas berasal dari ajang Premier League harus dijalani Liverpool demi membuktikan kelayakan menjadi juara lagi di musim 2020/21.

Pembuktian, karena memang di sepanjang 34 hari tersebut, Liverpool harus berduel melawan semua anggota penghuni enam besar Premier League. Dan akhir pekan nanti, sudah dimulai dengan menghadapi Manchester United.

Duel melawan MU kali ini berbeda. Musim lalu, Liverpool menjamu MU dengan status unggulan karena saat keduanya jumpa di Anfield, margin 27 poin tercipta.

Tapi, kini justru Liverpool yang tertinggal dari MU, tiga angka. Pun, The Reds yang kali ini harus berjuang keras demi nasibnya di musim ini.

Kondisi Liverpool memang kacau balau di musim ini. Mereka mengalami krisis di sektor bek tengah pasca Virgil van Dijk dan Joe Gomez cedera panjang.

Berkali-kali, manajer Liverpool, Juergen Klopp harus bongkar pasang pemain di sektor belakang. Konsistensi pertahanan pun amburadul dan hasilnya begitu buruk, karena Liverpool tak punya anggota duet bek tengah yang tetap.

Joel Matip, yang jadi satu-satunya andalan pun, ikut tumbang karena cedera. Praktis, Fabinho jadi bek darurat. Jordan Henderson juga sempat mendadak jadi bek demi mengatasi krisis ini.

"Usai laga melawan MU, kami harus main lagi dalam jarak tiga hari. Jadi, untuk laga melawan MU, mari kita lihat," kata manajer Liverpool, Juergen Klopp, dilansir Daily Mirror.

Liverpool memilih tak belanja pemain belakang di bursa transfer Januari 2021. Masalah finansial jadi penyebab mengapa Liverpool tak mau terjun ke bursa transfer di tengah musim ini.

"Januari bukan pasar yang mudah untuk diatasi. Masalah utamanya, tak punya uang yang cukup. Apakah satu bek tengah bisa cukup membantu mengatasi masalah kami? Mungkin iya untuk satu atau dua laga, bagaimana kalau setelahnya dia cedera?" terang Klopp.