Ujub adalah Sifat Sombong, Ketahui Hukum dan Bahanya dalam Islam

·Bacaan 5 menit

Liputan6.com, Jakarta Ujub adalah sifat tercela yang dilarang oleh Allah SWT maupun ajaran yang dibawakan Rasul-Nya. Sebagai seorang muslim sudah selayaknya kita memiliki akhlak yang mulia karena Allah SWT dan Rasulullah SAW telah menganjurkan umatnya untuk menghargai orang lain dan berbuat baik kepada sesama manusia.

Tanpa disadari kita mungkin pernah bersikap ujub atau berbangga diri. Padahal ujub adalah penyakit hati yang tidak disenangi oleh Allah SWT. Sifat tercela ini harus dihindari oleh seorang muslim sebab merupakan salah satu sifat tercela yang akan membawa pada sikap sombong dan riya.

Sifat ujub harus segera dihilangkan dalam hati, bahkan hindari sifat tercela ini agar kita senantiasa tetap mandapatkan ridho dari Allah SWT. Namun jika kita tetap memelihara sifat ujub, maka akan ada banyak bahaya yang datang kepada kita sebagai seorang muslim.

Berikut penjelasan mengenai pengertian sifat ujub dalam islam, hukum dan bahayanya bagi seorang muslim yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (7/6/2021).

Pengertian Ujub Menurut Ulama Besar

ilustrasi Ujub. /Photo by Mohammed Hassan from Pexels
ilustrasi Ujub. /Photo by Mohammed Hassan from Pexels

Dalam islam, ujub adalah perilaku atau sifat yang mengagumi diri sendiri dan juga membanggakan dirinya sendiri. Sifat ujub ini merupakan sifat tercela yang harus dihindari setiap orang terutama umat muslim karena bisa membuat seseorang menjadi sombong dan riya. Sifat ujub juga dijelaskan oleh beberapa ulama diantaranya pendapat dari Ibnul Mubarok dan Imam Al Ghazali berikut ini.

Ibnul Mubarok

Perasaan ujub adalah ketika seseorang merasa bahwa dirinya mempunyai suatu kelebihan yang tidak dimiliki oleh orang lain.

Imam Al Ghozali

Perasaan ujub adalah kecintaan seseorang akan suatu karunia yang ada pada dirinya dan merasa memilikinya sendiri serta tidak menyadari bahwa karunia tersebut adalah pemberian Allah SWT. Orang yang memiliki sifat ujub tidak akan mengembalikan keutamaan yang dimiliki tersebut kepada Allah SWT

Oleh sebab itu, dapat kita tarik garis besar bahwa ujub adalah perilaku tercela meski hanya di batin saja. Seperti seseorang merasa bangga akan kepintarannya sehingga memandang rendah orang lain. Hal itu tentu tidak dibenarkan dalam ajaran Islam karena kita harus pahami segala yang ada di bumi termasuk kelebihan yang kita miliki merupakan karunia Allah SWT, sehingga janganlah kita bangga dengan karunia tersebut secara berlebihan.

Hukum Sifat Ujub

Ilustrasi Ujub.Credit: freepik.com
Ilustrasi Ujub.Credit: freepik.com

Seperti yang sudah disebutkan diatas bahwa ujub adalah perilaku dan sifat tercela, sehingga sifat tersebut haram untuk dimiliki oleh umat Islam. Seorang muslim sudah sepatutnya merasa rendah diri di hadapan Allah SWT bahwa hanya Allah saja yang pantas memiliki rasa bangga sebab Allah lah yang Maha Pencipta.

“Kepunyaan Allah-lah segala yang ada di langit dan di bumi; dan kepada Allahlah dikembalikan segala urusan.” (Qs Al Imran : 109)

Selain itu sifat ujub juga dapat mendatangkan mudharat serta bahaya bagi manusia. Karena itulah Allah dan Rasul-Nya melarang sifat ini bersarang di dalam hati seorang muslim. Dalam hadits Rasulullah bersabda,

“Tiga hal yang membawa pada jurang kebinasaan: (1) tamak lagi kikir, (2) mengikuti hawa nafsu (yang selalu mengajak pada kejelekan), dan ujub (takjub pada diri sendiri).” (H.R. Abdur Razaq, hadist hasan)

Bahaya Sifat Ujub

ilustrasi Ujub./pexels
ilustrasi Ujub./pexels

Sebagai sifat tercela yang diharamkan oleh Allah SWT, jelas sifat ujub memiliki mudharat dan bahaya bagi siapapun yang memelihara sifat ini. Sebagaimana firman Allah SWT dalam surat Luqman ayat 18 berikut ini

“Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri.” (QS Luqman:18)

Dari surat di atas, sudah dijelaskan bahwa sifat ujub sangat berbahaya tak hanya di dunia, tetapi juga mendatangkan dosa karena Allah SWT sangat melarang sifat tercela ini. Bukan hanya di dunia, sifat ujub juga dapat menjerumuskan kita di akhirat kelak. Maka dari itu, sebagai seorang muslim, lebih baik menghindari sifat ujub ini karena sangat berbahaya.

Berikut ini bahaya dari sifat ujub yang wajib Anda ketahui, diantaranya :

1. Terhapus pahalanya

Dalam suatu hadits Rasulullah SAW bersabda seseorang yang membangga-banggakan perbuatan baiknya kepada orang lain, maka pahala atas perbuatan baiknya dihapuskan. Maka dari itu cukup simpan kebaikan yang kita lakukan sehingga tetap menjadi pahala di sisi Allah SWT. Sebagaimana dijelaskan dalam H.R Thabrani, yaitu terdapat tiga hal yang membinasakan pahala di antaranya kekikiran yang diperturutkan, hawa nafsu yang diumbar dan kekaguman seseorang pada dirinya sendiri.

2. Menjerumuskan pada sikap takabur

Ketika Anda memiliki sifat ujub, maka akan secara tidak sadar dirinya memiliki sifat takabur maupun sombong. Sifat inilah yang membuat kita tidak akan masuk surga Allah. Seperti sabda Rasulullah SAW dalam H.R Nasa'i, bahwa tidak akan masuk surga seseorang yang di dalam hatinya terdapat perasaan sombong meskipun hanya sebesar biji sawi.

3. Merugi di akhirat

Tidak hanya merugi di dunia, Anda yang memiliki sifat ujub akan merugi di akhirat. Masih dalam H.R Nasa'i, dijelaskan bahwa tidak akan masuk surga orang yang suka menyebut-nyebut kembali pemberiannya, seorang yang durhaka, dan pecandu minuman keras.

4. Mendatangkan murka Allah SWT

Allah SWT sangat membenci perilaku ujub karena perilaku ini bisa mendatangkan murka Allah SWT sehingga bagi siapapun yang memelihara sifat ini, ia akan terkena musibah baik di dunia ataupun di akhirat. H.R Baihaqi menyebutkan bahwa seseorang yang menyesali dosanya, maka ia menanti rahmat Allah. Sedangkan seseorang yang merasa ujub, maka ia menanti murka Allah.

5. Terpuruk saat hari kiamat

Ketika hari akhir Anda yang memiliki sifat ini juga akan celaka dan mendapat azab di hari akhir tersebut. Sebagaimana dijelaskan dalam H.R Al-Bukhari yaitu ketika seorang lelaki berjalan dengan mengenakan pakaian yang necis, rambut tersisir rapi sehingga ia takjub pada dirinya sendiri, seketika Allah membenamkannya hingga ia terpuruk ke dasar bumi sampai hari kiamat.

6. Tidak disukai orang lain

Bahaya yang nyata dari seorang yang selalu menyanjung diri sendiri atau bersikap ujub umumnya akan tidak disukai serta dijauhi banyak orang lantaran tanpa sadar mereka sering menganggap remeh orang lain. Itulah mengapa sifat satu ini yang bisa membuat Anda tidak memiliki banyak teman.

Demikian penjelasan mengenai sifat ujub dalam islam dan bahayanya bagi seorang muslim. Semoga kita bisa senantiasa istiqomah di jalan Allah SWT dan terhindar dari sifat riya.

Contoh Sifat Ujub dalam Kehidupan Sehari-hari

Ilustrasi Ujub. Credit: pexels.com/pixabay
Ilustrasi Ujub. Credit: pexels.com/pixabay

Berikut contoh bentuk ujub yang sering ditemukan di kehidupan sehari hari, diantaranya :

1. Ketika anak rajin beribadah, ia merasa kagum dengan ibadah yang dilakukannya.

2. Ketika anak merasa cukup berilmu, ia akan kagum dengan ilmunya.

3. Ketika anak merasa dirinya cantik atau tampan, ia akan terus mengagumi kecantikan atau ketampanannya tersebut.

4. Ketika anak merasa dirinya dermawan kepada semua orang, ia pun merasa kagum atas kebaikannya tersebut.