UKM Perlu Lakukan Transformasi Digital yang Sesuai dengan Kebutuhan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Kebutuhan UKM (Usaha Kecil Menengah) untuk menjalani transformasi digital di Indonesia telah meningkat selama pandemi Covid-19. Saat ini, UKM di Indonesia mulai terbuka dengan inovasi dan cara kerja baru memanfaatkan teknologi.

Namun transformasi itu masih terkendala pemahaman teknologi atau aplikasi yang kurang memadai. Karenanya, beberapa UKM mengambil pendekatan jangka pendek dengan solusi dan alat yang tidak mendukung kebutuhan spesifik.

Hal itu lantas berakibat pada kegagalan bisnis dan menyebabkan rasa skeptis pada transformasi digital. Untuk itu, Casugol sebagai penyedia program profesional tentang transformasi digital hadir membantu para pelaku UKM.

Lewat pelatihan dan konsultasi transformasi digital baik secara online maupun offline, Casugol yang berkantor pusat di Singapura ini dapat membantu meningkatkan kemampuan pelaku UKM dalam transformasi digital.

"UKM menyumbang lebih dari 70 persen Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia dan lebih dari 97 persen tenaga kerja dalam negeri yang membentuk tulang punggung perekonomian Indonesia," tutur CEO Casugol, Dwayne Ong, dalam rilisnya, Rabu (5/5/2021).

Kendati demikian, Dwayne menuturkan, UKM di Indonesia perlu melihat model bisnisnya dan merancang secara jelas apa yang ingin dicapai dengan transformasi digital.

Baru setelah itu, para pemilik dan pemimpin bisnis UKM perlu meningkatkan kemampuan literasi digitalnya agar dapat mengindentifikasi sumber daya yang tepat untuk mencapai tujuan transformasi digital.

Literasi Digital untuk Pelaku UKM

Pemerintah mulai menciptakan transformasi digital untuk melindungi data kearsipan.
Pemerintah mulai menciptakan transformasi digital untuk melindungi data kearsipan.

Hal lain yang tidak kalah penting, menurut Dwayner, agar pelaku UKM bisa melakukan transformasi digital adalah berinvestasi pada keterampilan literasi digital pekerjanya.

"Para pekerja UKM harus berpengalaman dalam analisis data, keamanan siber, pemrograman, dan keterampilan literasi digital, " tuturnya menjelaskan.

Namun tidak hanya keterampilan teknis, pekerja UKM juga perlu mengembangkan softskills seperti kepemimpinan, kognitif, komunikasi, negosiasi, termasuk soal layanan pelanggan.

Casugol di Indonesia

Casugol di Indonesia sendiri telah berhasil melakukan sertifikasi dan melatih 982 orang dengan beberapa peserta terbang langsung ke Singapura untuk mengikuti kelas umum.

Menurut Dwayne, berbagai organisasi telah terbantu memperoleh pengetahuan dan keterampilan penting untuk perjalanan transformasi digital yang sukses.

"Untuk memastikan kualitas tinggi dari sertifikasi kami, semua program didukung para anggota International Advisory Committe yang terdiri dari pemimpin industri, ahli materi pelajaran, dan akademisi terkemuka," ujar Dwayne.

(Dam/Ysl)