Ukraina: Kami Perlu Rudal Buat Hancurkan Nuklir Rusia!

Radhitya Andriansyah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Penarikan sejumlah besar pasukan Angkatan Bersenjata Federasi Rusia (VSRF) dari wilayah perbatasan Ukraina, tidak mengurangi ketegangan antara dua negara tersebut. Yang terbaru, Ukraina bahkan mengancam akan menembakkan rudal ke fasilitas nuklir yang tersebar di seluruh wilayah Rusia.

VIVA Militer melaporkan dalam berita Jumat 23 April 2021, Menteri Pertahanan Rusia, Jenderal Sergey Shoygu, memerintahkan penarikan mundur sejumlah pasukan dari perbatasan Ukraina.

Sekilas, penarikan mundur pasukan militer Rusia dari perbatasan Ukraina akan menurunkan tensi ketegangan dan mengurangi risiki pecahnya perang Rusia-Ukraina, sayangnya tidak.

Ukraina yang merupakan salah satu negara sekutu Amerika Serikat (AS) dalam keanggotaannya di Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO), malah membuat situasi menjadi lebih runyam. Pasukan Angkatan Bersenjata AS dan NATO berencana akan menggelar latihan tempur berskala masif di Laut Hitam.

Di sisi lain, militer Rusia juga sudah menyiagakan kapal jelajah berpeluru kendali Moskva di Laut Hitam. Tak sendirian, kapal perang Moskva juga bakal didukung oleh armada besar Angkatan Laut Rusia (VMF) yang punya rencana sama dengan AS dan NATO.

Kemarahan Ukraina atas aksi provokasi Rusia disuarakan oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Ukraina (Verkhovna Rada), Roman Kostenko.

Kostenko tak menutup mata bahwa Rusia adalah salah satu negara dengan militer terkuat di dunia. Selain itu, Kostenko juga tahu persis bahwa Rusia adalah salah satu negara dengan senjata nuklir tebanyak di dunia.

Oleh sebab itu, Kostenko merasa Ukraina perlu memiliki senjata mutakhir seperti rudal jarak jauh yang bisa membuat Rusia terancam.

"Federasi Rusia adalah salah satu negara dengan pasukan terkuat di dunia dan salah satu negara dengan kemampuan nuklir paling signifikan di dunia," ucap Kostenko dikutip VIVA Militer dari Bulgarian Military.

"Kami memerlukan sesuatu untuk melawan itu. Sekarang kami membutuhkan rudal-rudal yang setidaknya mampu mencapai jarak ribuan kilometer, yang bisa kami miliki dalam operasi dan mengancam Federasi Rusia secara preventif," katanya.

Lebih lanjut Kostenko meyakini, rudal jarak jauh bisa digunakan untuk menghancurkan sejumlah fasilitas nuklir yang ada di Rusia.

Jika serangan rudal berhasil, Kostenko yakin Ukraina bisa memaksa Rusia untuk melakukan diplomasi untuk menyelesaikan sengketa di sejumlah wilayah.

"Kami perlu memiliki rudal semacam itu, bahkan tanpa hulu ledak nukli. Rusia perlu tahu bahwa mereka memiliki pembangkit listrik tenaga nuklir seperti kami memiliki Chernobyl, dan rudal kami akan terbang ke sana. Kemudian, kami bisa melakukan diplomasi dengan Federasi Rusia," ujar Kostenko.