Ukraina Selidiki Kecelakaan Pesawat yang Tewaskan Lima Penggemar Sepak Bola

Kiev (ANTARA/Xinhua-OANA) - Pemerintah Ukraina, Kamis (14/2), mengumumkan akan membentuk panel yang terdiri atas 30 penyelidik guna menyelidiki kecelakaan pesawat di dekat Kota Donetsk, Ukraina timur, sehingga menewaskan lima penggemar sepak bola pada Rabu malam.

Pesawat dari Kota Pelancongan Odessa di Ukraina selatan tersebut dengan 52 orang di dalamnya mengalami kecelakaan sewaktu mendarat di Bandar Udara Donetsk. Semua korban kecelakaan itu adalah penggemar sepak bola, yang akan menyaksikan pertandingan Liga Champions Eropa pada Rabu malam antara Borussia, Jerman, dan Shakhtar, Donetsk.

Ukraine examines wreckage of deadly plane crashInvestigators examine the mangled wreckage of a passenger plane carrying football fans which crashed while landing in Donetsk, killing five people. Simon Hanna reports.

Selain kelima orang yang dikonfirmasi tewas, sembilan orang lagi menderita luka serius dan dibawa ke rumah sakit.

Panel tersebut, yang dipimpin oleh Wakil Perdana Menteri Ukraina Alexandr Vilkul sudah mulai mengumpulkan bukti bagi penyelidikan.

Kotak hitam pesawat itu sudah ditemukan dan proses penyelidikan akan berlangsung setidaknya selama 10 hari, kata Vilkul dalam taklimat pada Kamis, demikian laporan Xinhua --yang dipantau Antara di Jakarta, Jumat pagi. Ditambahkannya, menurut penyelidikan awal, pesawat rancangan Uni Sovyet tersebut, AN-24, layak terbang.

Pemerintah Ukraina akan membayar ganti-rugi kepada keluarga korban, kata Vilkul, tanpa memberi perincian.

Pemerintah Ukraina telah membekukan izin operasi South Airlines, yang mengoperasikan pesawat itu. Perusahaan penerbangan tersebut, yang didirikan pada 1999, mengoperasikan pesawat sewaan dalam negeri.

Pemimpin South Airlines Yury Molodoy mengatakan kepada wartawan kondisi teknis pesawat tersebut "memenuhi semua persyaratan keselamatan". Ia menyatakan kombinasi kesalahan manusia dan cuaca berkabut tampaknya menjadi penyebab kecelakaan itu.

Komandan penerbangan Sergei Meloshenko, yang berusia 44 tahun dan kini dirawat di rumah sakit Donetsk, memberitahu wartawan ia tak melihat landasan pacu sewaktu mendaratkan pesawat akibat kabut tebal.

Jaksa Penuntut Umum Donetsk Volodymyr Vyshinsky mengatakan bahwa selama pendaratan, sayap kiri pesawat tersebut menabrak stasiun cuaca di dekat bandar udara, sehingga pesawat itu jatuh ke tanah, dan menewaskan lima penumpang yang duduk di sisi kanan pesawat.

Pesawat tersebut patah menjadi dua dan terbakar dalam kecelakaan itu, sehingga sebagian penumpang terlempar, kata beberapa saksi mata.

Oleg Osheko, yang berusia 22 tahun dan selamat dalam kecelakaan mengerikan tersebut, berkata, "Pesawat itu patah, sehingga kami memiliki peluang untuk menyelamatkan diri sebelum api menyala."

Kecelakaan udara maut terakhir di Ukraina terjadi pada 27 Januari 2012, ketika satu helikopter militer jatuh di Wilayah Kirovograd dan menewaskan lima orang.

Pada 22 Agustus 2006, pesawat milik perusahaan penerbangan Rusia yang melayani rute dari Tempat Pelancongan Anapa di Laut Hitam ke St. Petersburg mengalami kecelakaan di dekat Donetsk, sehingga menewaskan 170 orang. Itu adalah kecelakaan udara yang merenggut paling banyak korban jiwa dalam sejarah modern Ukraina.(rr)

Memuat...