Ukraina Ungkap Berapa Banyak Tentaranya Tewas dalam Sehari di Medan Perang

Merdeka.com - Merdeka.com - Pejabat kantor kepresidenan Ukraina Mykhaylo Podolyak mengatakan kepada BBC sekitar 100 sampai 200 tentara Ukraina tewas di medan perang setiap harinya.

Dia menuturkan negaranya butuh ratusan sistem artileri dari negara Barat untuk mengimbangi pasukan Rusia di wilayah Donbas, timur Ukraina.

Dia juga mengatakan Kiev belum siap untuk melanjutkan perundingan damai dengan Moskow.

Tentara Rusia terus membombardir kawasan Donbas untuk menguasai penuh wilayah itu.

"Pasukan Rusia sudah mengerahkan semua persenjataan non-nuklir mereka di garis depan dan itu termasuk artileri berat, sistem peluncuran roket dan penerbangan," kata Podolyak, seperti dilansir BBC, Jumat (10/6).

Dia kembali menyampaikan permohonan bantuan senjata dari Barat dengan mengatakan kurang seimbangnya persenjataan antara Rusia dan Ukraina membuat tentaranya banyak menjadi korban.

"Permintaan kami untuk artileri bukan sekadar keinginan tapi memang kebutuhan mengingat situasi di medan pertempuran," kata dia.

Menurut Podolyak, Ukraina butuh 150 sampai 300 sistem peluncuran roket untuk menandingi Rusia, angka yang jauh lebih banyak dari yang sudah diterima Ukraina.

Dia juga menyatakan, perundingan damai bisa kembali dilanjutkan jika Rusia bersedia meninggalkan wilayah yang sudah mereka kuasai sejak invasi dimulai 24 Februari lalu.

Kamis lalu Menteri Pertahanan Ukraina Oleksii Reznikov mengatakan mereka kehilangan 100 tentara dalam sehari dan 500 lainnya luka-luka.

Perbedaan angka jumlah tentara tewas ini menggambarkan betapa sulitnya mendapatkan informasi dari medan pertempuran. [pan]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel