UKS/M jamin implementasi manajemen kebersihan menstruasi di sekolah

Tim Pembina UKS Pusat Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah Kemendikbudristek, Zulkarnaen H. Nugroho mengatakan bahwa Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) dapat turut menjamin implementasi manajemen kebersihan menstruasi (MKM) di sekolah.

"MKM ini bagian dari kesehatan reproduksi dan masuk dalam kegiatan pokok program UKS/M melalui Trias UKS/M baik dari pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sekolah sehat, turut menjamin MKM bisa berjalan di sekolah," katanya dalam diskusi "Peran Manajemen Kesehatan dan Kebersihan Menstruasi (MKM) dalam Pelaksanaan Sekolah Sehat" daring yang diikuti di Jakarta, Kamis.

Pada pendidikan kesehatan, kata dia, pendidikan kesehatan reproduksi menjadi sangat penting di mana sekolah dapat memberikan edukasi kepada peserta didik untuk menjalankan MKM.

Menurutnya, sekolah harus mampu menyediakan informasi terkait MKM saat pembelajaran dan di luar jam pembelajaran, baik melalui buku, komik, maupun infografis yang ditempelkan di majalah dinding (mading), tembok sekolah, serta dinding kelas dan toilet.

Adapun informasi-informasi yang bisa diberikan, kata dia, di antaranya mengganti pembalut setiap empat jam sekali, mandi dua kali setiap hari, menggunakan celana dalam yang bersih, membuang pembalut bekas dengan baik, dan mencuci tangan pakai sabun sebelum dan sesudah mengganti pembalut.

Dalam memberikan informasi tersebut, ia mengatakan guru dan kader kesehatan remaja harus dapat memastikan bahwa informasi merujuk pada sumber yang resmi dan valid, untuk mencegah penyebaran informasi yang tidak benar.

Selain pada siswa perempuan, Zulkarnaen mengatakan edukasi MKM kepada siswa laki-laki juga sangat diperlukan untuk menumbuhkan rasa empati serta menghargai dan tidak mengejek siswa perempuan yang sedang menstruasi, bahkan memberikan bantuan jika diperlukan.

"Adanya edukasi terkait materi MKM ini, diharapkan peserta didik laki-laki dan perempuan dapat memiliki pengetahuan terkait menstruasi secara khusus dan kesehatan reproduksi secara umum, sehingga memiliki kecakapan hidup dalam menghadapinya," katanya.

Sementara pada aspek pelayanan kesehatan, menurutnya, siswa perempuan dapat diberikan tablet tambah darah (TTD) untuk mencegah anemia.

"Karena pada peserta didik wanita yang mengalami menstruasi, bukan tidak mungkin berpotensi mengalami anemia, dan cara mencegahnya adalah pemberian TTD yang dilakukan secara berkala," katanya.

Sedangkan pada aspek pembinaan lingkungan sekolah sehat, ia mengatakan hal ini terkait dengan sanitasi sekolah. Menurutnya, sekolah harus memiliki toilet yang aman, nyaman, bisa digunakan, dan dapat menjaga privasi siswa, demikian Zulkarnaen H. Nugroho ​​​​​​.

Baca juga: TP UKS: Pendidikan reproduksi harus diajarkan oleh guru semua mata pelajaran

Baca juga: Upaya kesehatan sekolah/madrasah perlu peningkatan kerjasama dukungan

Baca juga: Pemerintah merevitalisasi UKS melalui kampanye Sekolah Sehat

Baca juga: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan meminta sekolah menjalankan UKS dan sanitasi