Ulah Suporter Bikin Persija Enggan Ikut Liga 1 2021?

Pratama Yudha
·Bacaan 2 menit

VIVA – Presiden Persija Jakarta, Mohamad Prapanca, memberikan sikap tegas terkait ulah suporter yang tak mematuhi kesepakatan dan melanggar protokol kesehatan yang berjalan di tengah pandemi virus corona COVID-19.

Berkaitan dengan hal tersebut, Prapanca berani mengatakan bakal mempertimbangkan keikutsertaan Persija di Liga 1 2021 bila suporter masih membandel.

Hal itu diungkapkan Prapanca ketika memenuhi undangan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya guna dimintai keterangan terkait kerumunan suporter yang terjadi di Bundaran Hotel Indonesia dan jalan protokol Ibu kota usai Macan Kemayoran memastikan gelar juara Piala Menpora 2021, Minggu 25 April 2021.

Pasalnya, aksi tersebut menuai banyak kecaman dari berbagai pihak. Sebab, dinilai telah melanggar kesepakatan awal untuk mendukung di rumah dan tak ada perayaan juara.

Terlebih, evaluasi dari penyelenggaraan turnamen pramusim ini akan jadi acuan Kepolisian Republik Indonesia untuk memberikan surat izin keramaian sebagai modal utama menggelar kompetisi di Indonesia.

Prapanca menyampaikan jika Persija sebagai klub sepakbola patuh dan taat kepada pemerintah dan juga operator Piala Menpora 2021. Dalam hal ini menjalankan segala aturan protokol kesehatan yang telah disepakati bersama.

Mohamad Prapanca juga menyampaikan bukti-bukti, jika sejak sebelum dan selama gelaran Piala Menpora 2021 hingga partai final, Persija sudah dan selalu mengampanyekan gerakan nonton di rumah saja melalui akun media sosial resmi klub dan juga para pemain. Persija juga tidak pernah memberikan undangan kepada siapa pun dan dalam bentuk apa pun, untuk melakukan perayaan gelar Piala Menpora 2021.

Maka itu, Prapanca menyebut tak segan untuk mempertimbangkan keikutsertaan Macan Kemayoran di Liga 1 musim ini jika suporter masih tak acuh pada aturan yang sudah ditetapkan.

“Pada kesempatan ini, kami ingin menghimbau sekaligus mengingatkan kita semua. Jika pandemi Covid-19 ini belum berlalu, dan keselamatan kita semua tetaplah menjadi prioritas utama," kata Prapanca dikutip situs resmi Persija.

"Oleh karena itu, sebagai Presiden klub Persija, saya akan mengajukan ke manajemen untuk mempertimbangkan posisi Persija di Liga 1 2021 apabila ada kegiatan yang melanggar protokol kesehatan seperti kemarin," lanjut dia.

Sejatinya, bila tak ada halangan, PSSI berniat untuk memulai kompetisi pada 3 Juli mendatang.