Ulah Tengkulak Bikin Harga Cabai di Aceh Meroket

Merdeka.com - Merdeka.com - Harga cabai merah di Provinsi Aceh kini tengah melonjak tinggi sejak dua tahun terakhir. Di beberapa pasar di Banda Aceh dan Aceh Besar, harganya mencapai antara Rp80.000 hingga Rp100.000 per kilogram.

"Harga cabai merah terus melonjak karena produksinya pada Juni ini sedang menurun," kata Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Chairul Anwar, pada Sabtu (18/6).

Dia menyebut, meski sedang naik, di tingkat petani harga cabai malah berkisar antara Rp50.000 sampai Rp60.000 per kilogram yang dibeli tengkulak.

Menurutnya. tingginya harga cabai merah di Aceh itu karena pedagang pengumpul (tengkulak) mengetahui permintaan pasar sedang tinggi, sedangkan suplainya kurang.

"Sehingga mereka menjual cabai merah kepada pedagang di pasar dengan harga sedikit tinggi," ungkapnya.

Chairil Anwar mengatakan, pada tahun anggaran 2022 ini, Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh memprogramkan pengembangan tanaman cabai, di antaranya cabai rawit 159 hektare di Kabupaten Bener Meriah.

Sedangkan cabai merah pengembangannya mencapai 315 hektare, yakni masing-masing terbagi di Kabupaten Pidie 33 hektare, Langsa 40 hektare, Aceh Tamiang 66 hektare, Bener Meriah 77 hektare, Aceh Tengah 57 hektare, dan Aceh Barat Daya (Abdya) 42 hektare.

"Diharapkan adanya pengembangan tanaman cabai ini, suplai bulan berikutnya akan meningkat, sehingga harga akan kembali normal," ujarnya. [cob]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel