Ulama Jawa Barat Tuntut Sutan Bhatoegana Minta Maaf

TRIBUNNEWS.COM,JAKARTA--Pernyataan salah seorang petinggi Partai Demokrat Sutan Bhatoegana bahwa, pemerintahan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) dilengserkan karena terlibat skandal korupsi menuai reaksi keras para tokoh Ulama NU.

Tuduhan tidak berdasar Sutan dilemparkan saat Dialog Kenegaraan DPD RI bertema “Pembubaran BP Migas untuk Kemakmuran Rakyat?” digelar di lobi Gedung Dewan Perwakilan Daerah, Senayan, Jakarta (21/11/2012) lalu.

Ketua LDNU Jabar, KH Maman Imanulhaq menerima keberataan sekitar 50 ulama Jawa Barat atas tuduhan. Mereka meminta Sutan untuk minta maaf dan mengklarifikasi pernyataannya itu.

Usai memberikan Tausiah di Pesantren Al-Jarnuziyah Tasikmalaya (24\11) , Kyai Maman yang didampingi Ajengan Didi (Tasik), Kyai Zaenal (Majalengka), Ustad Watih Maulana (Subang), Ustad Husni Mubarok (Cianjur) dari para ulama se Jabar mengatakan para ulama protes pernyataan Sutan Bathoegana. 

"Tuduhan Bhatoegana itu sangat menyakiti warga NU. Gus Dur memang kalah secara politik, tapi tidak pernah terbukti bersalah secara hukum. Gus Dur tak terlibat kasus Buloggate maupun Bruneigate," kata Kyai Maman dalam rillisnya, Minggu (25/11/2012)

Para Ulama meminta Sutan Bathoegana mengunci mulutnya dan menghentikan pernyataan-pernyatan kontraproduktif. Bukan hanya ke Sutan, kata Kyai Maman, saatnya para tokoh menjaga negara dan bangsa dengan memberi keteladanan,

Bukan justru memperlihatkan sikap saling mendegradasi atau menghujat bahkan menjatuhkan seperti yangdilakuan Sutan kepada tokoh pluralisme dan demokrasi KH Abdurrahman Wahid.

Diakhir pembicaraan, berharap para tokoh segera sadar serta tidak mengunakan energi berpolemik untuk hala-hal yang tidak Jelas. Saatnya fokus menangani persoalan yang lebih krusial. Misalnya maraknya konflik horisontal, penanggulangan teroris hingga membenahi birokrasi.

Para Ulama juga mendesak dibuat Tim pelurusan Sejarah Gus Dur agar pelecehan tokoh besar NU ini,seperti dilakukan Sutan Bhatoegana, tidak terjadi lagi di masa depan.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.