Ulama Syiah Irak Mogok Makan Sampai Polisi Hentikan Kekerasan terhadap Pendukungnya

Merdeka.com - Merdeka.com - Ulama Syiah Irak, Muqtada al-Sadr melakukan gerakan mogok makan untuk memprotes kekerasan aparat. Mogok makan dilakukan sampai pasukan keamanan menghentikan kekerasan terhadap para pendukungnya.

Langkah ini dilakukan Al-Sadr setelah mengumumkan dia mengundurkan diri dari dunia politik dan menutup kantor-kantor partainya. Langkah ini diprotes para pendukungnya dan memicu kerusuhan.

Dikutip dari Al Jazeera, Selasa (30/8), sedikitnya 20 orang tewas dalam kerusuhan di Zona Hijau, Baghdad, yang merupakan kompleks kantor pemerintahan dan kedutaan besar negara asing, menurut sumber tenaga medis kepada Al Jazeera.

Sementara itu AFP melaporkan, sekitar 350 demonstran terluka, beberapa akibat peluru dan gas air mata.

Wartawan Al Jazeera, Mahmoud Abdelwahed yang melaporkan langsung dari Baghdad mengatakan situasi di Zona Hijau masih panas.

"Tidak ada tanda de-eskalasi, setidaknya untuk saat ini. Kami mendengar suara tembakan, tidak jauh dari tempat saya berdiri sekarang," ujarnya.

"Zona Hijau sekarang menjadi medan pertempuran faksi-faksi yang bersaing."

Perdana Menteri Irak, Mustafa al-Kadhimi memerintahkan "penyelidikan mendesak" terkait kerusuhan hari Senin dan menekankan penggunaan peluru tajam oleh pasukan keamanan terhadap para demonstran "sangat dilarang".

Kadhimi juga meminta masyarakat "mematuhi instruksi keamanan dan pemberlakuan jam malam", seperti dilaporkan kantor berita pemerintah INA. [pan]