Ulang Tahun, Polri Mutasi 118 Perwira Tinggi  

TEMPO.CO, Jakarta - Kepolisian Republik Indonesia memutasi dan mempensiunkan 118 pejabat atau perwira tinggi di lingkungan markas besar kepolisian Indonesia. Keputusan ini seiring dengan keluarnya Keputusan Kapolri Nomor Kep/351/VI/2012 dan surat telegram STR/1380/VI/2012 tertanggal 27 Juni 2007. Promosi jabatan ini dilakukan menjelang hari ulang tahun Bhayangkara ke 66 yang jatuh pada tanggal 1 Juli 2012. Pergantian ini antara lain, terjadi posisi Kepala Divisi (Kadiv) Humas.

"Kadiv Humas diangkat menjadi Wakil Kepala Badan Reserse dan Kriminal Polri," kata Kadiv Humas Polri Irjen Saud Usman Nasution ketika dihubungi, Rabu, 27 Juni 2012. Saud mengatakan, posisinya akan diganti oleh Brigjend Anang Iskandar yang saat ini menjabat sebagai Kepala Kepolisian Daerah Jambi. Sedangkan dirinya akan menggantikan Inspektur Jenderal Bekto Suprapto yang dimutasikan sebagai perwira tinggi pada Pelayanan Masyarakat (Yanma) dalam rangka pensiun.

Di lain pihak, Brigjen Polisi Musaddeq Ishaq, dimutasi dari kepala Pusat Kedokteran dan Kesehatan Polri menjadi perwira tinggi di Yanma karena dia akan pensiun. Posisi Musaddeq digantikan oleh Kombes Farley Helfrich Arthur Tampi. Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Mochammad Taufik digeser menjadi Karo Pusat Informasi dan Data Div Humas Polri. Posisinya diganti Kombes Boy Rafli Amar yang saat ini menjabat sebagai Kepala Bagian Penerangan Umum. Sedangkan posisi lama Boy akan diisi oleh Kombes Rianto.

Empat posisi Kapolda juga mengalami perubahan. Staf ahli Sosial Politik Kapolri Irjen Anas Yusuf menjadi Kapolda Kalimantan Timur, Brigjen Polisi Ade Husen Karta Dipoera diangkat sebagai Kapolda Jambi, Kapolda Maluku diisi oleh Brigjen Polisi Muktiono, dan Karopaminal Divpropam Polri Brigjen Budi Waseso diangkat sebagai Kapolda Gorontalo.

SUNDARI

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.