Ulasan Rembulan Tenggelam di Wajahmu Karya Tere Liye

·Bacaan 3 menit

Fimela.com, Jakarta Rembulan Tenggelam di Wajahmu adalah salah satu novel, karya dari penulis terkenal di Indonesia, yaitu Tere Liye. Novel ini termasuk novel best seller Indonesia, yang sangat populer di kalangan teenager.

Novel ini mengisahkan tentang kehidupan, yang merupakan serangkaian tiap peristiwa yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Ray adalah seorang pemuda yang hidup di panti asuhan, namun memutuskan untuk meninggalkan panti asuhan tersebut, karena tidak betah dengan kehidupan bersama penjaganya yang semena-mena.

Setelah Ray keluar dari panti asuhan tersebut, kehidupan Ray menjadi lebih berantakan. Ia hidup dijalanan dengan menjadi seorang penjudi, pengamen jalanan, pencuri, dan kemudian memutuskan untuk kembali ke kampung halamannya, lalu menikah dengan seorang perempuan yang juga yatim piatu. Yuk simak ulasan lengkapnya dan kutipan favorit dari novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu karya Tere Liye:

TERKAIT: 33 Kutipan The Chronicles of Narnia yang Inspiratif dalam Bahasa Inggris

TERKAIT: 25 Kutipan The Catcher in the Rye dalam Bahasa Inggris

TERKAIT: 29 Kutipan Anne Frank Penulis Novel The Diary of a Young Girl

Review Rembulan Tenggelam di Wajahmu

ilustrasi membaca/Sincerely Media/unsplash
ilustrasi membaca/Sincerely Media/unsplash

Judul buku : Rembulan Tenggelam di Wajahmu

Pengarang : Tere LiyePenerbit : Republika

Terbit : Jakarta, 2009

Tebal buku : 426 halaman

Ray adalah seorang laki-laki yang hidup di panti asuhan. Namun karena penjaga panti asuhan melakukan tindakan semena-mena terhadap anak panti, maka Ray memutuskan untuk keluar dari panti asuhan tersebut.

Ray memulai hidup baru di jalanan dan terjerumus dipergaulan yang salah. Ray memulai hidupnya menjadi seorang penjudi yang selalu menang. Namun, kemenangan Ray ini membuat preman lainnya menjadi iri, hingga akhirnya Ray dikeroyok preman dan masuk ke rumah sakit.

“Begitulah kehidupan, Ada yang kita tahu, ada pula yang tidak kita tahu. Yakinlah, dengan ketidak-tahuan itu bukan berarti Tuhan berbuat jahat kepada kita. Mungkin saja Tuhan sengaja melindungi kita dari tahu itu sendiri.”

Setelah keluar dari rumah sakit, Ray hidup di rumah singgah selama 3 tahun, yang berada di Ibu Kota Jakata. Tapi Ray memutuskan untuk pergi dari rumah tersebut. Akhirnya Ray kembali ke jalanan dan bertemu dengan Plee.

Ia dan Plee menjadi pengamen jalanan. Tak disangka, ternyata Plee memiliki rencana jahat dan akan melakukan sebuah pencurian besar, yaitu mencuri berlian seribu karat. Sayangnya, Plee tertangkap dan harus dieksekusi hingga mati.

“Bagi manusia, hidup itu juga sebab-akibat, Ray. Bedanya, bagi manusia sebab-akibat itu membentuk peta dengan ukuran raksasa. Kehidupanmu menyebabkan perubahan garis kehidupan orang lain, kehidupan orang lain mengakibatkan perubahan garis kehidupan orang lainnya lagi, kemudian entah pada siklus yang keberapa, kembali lagi ke garis kehidupanmu.... Saling mempengaruhi, saling berinteraksi.... Sungguh kalau kulukiskan peta itu maka ia bagai bola raksasa dengan benang jutaan warna yang saling melilit, saling menjalin, lingkar-melingkar. Indah. Sungguh indah. Sama sekali tidak rumit.”

Karena pencurian tersebut gagal dan Ray bisa menyelamatkan diri, Ray kembali ke kota asalnya, dan ia pun memulai kehidupan baru. Hidup Ray menjadi lebih baik, karena ia bekerja sebagai buruh kerja yang kemudian diangkat menjadi mandor.

Ray juga menikah dengan seorang perempuan yatim piatu, yang sama dengan dirinya. Istrinya sangat baik hati dan mau mengerti Ray. Namun istrinya meninggal bersama dengan bayi yang ada dalam kandungannya.

Ray kembali ke ibu kota dan terus merasakan kekosongan dalam hidupnya, walaupun di ibu kota ia menjalani kehidupan dengan berbisnis. Ray juga menjadi seorang pembisnis yang sangat kaya raya dan disegani. Tapi pada akhirnya Ray menderita sakit-sakitan hingga 6 tahun, dan ia menyadari arti kehidupannya yang berdampak pada orang lain, di penghujung umurnya.

“Andaikata semua kehidupan ini menyakitkan, maka di luar sana pasti masih ada sepotong bagian yang menyenangkan. Kemudian kau akan membenak pasti ada sesuatu yang jauh lebih indah dari menatap rembulan di langit. Kau tidak tahu apa itu, karna ilmumu terbatas. Kau hanya yakin , bila tidak di kehidupan ini suatu saat nanti pasti akan ada yang lebih mempesona dibanding menatap sepotong rembulan yang sedang bersinar indah.”

Sukses menjadi novel best seller di Indonesia, novel Rembulan Tenggelam di Wajahmu ini diadaptasi menjadi sebuah film layar lebar, yang disutradai oleh Danial Rifki dan diproduksi oleh Max Pictures, ditahun 2019 silam.

Ray yang sudah berumur 60 tahun tersebut, merasakan kekosongan yang begitu mendalam ditengah kesuksesannya. Ray bertemu dengan seorang laki-laki yang memiliki sosok teduh. Laki-laki tersebut tidak dikenali oleh Ray, namun lelaki itu membawa Ray kembali ke masa lalu dan menjawab semua pertanyaan yang pernah ditanyakan Ray kepada Tuhan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel