ULM ciptakan alat filtrasi membran untuk penyediaan air bersih

Tim dosen dan mahasiswa Universitas Lambung Mangkurat (ULM) yang tergabung dalam Materials and Membranes Research Group (M2ReG) menciptakan alat filtrasi membran untuk penyediaan air bersih bagi warga di Kalimantan Selatan.

"Kami telah sukses melakukan uji coba alat filtrasi membran untuk penyediaan air bersih mandiri di Desa Tinggiran II Luar, Kecamatan Tamban, Kabupaten Barito Kuala," kata Prof Muthia Elma selaku ketua tim peneliti penemu alat filtrasi membran di Banjarmasin, Sabtu.

Program pengabdian kegiatan masyarakat (PKM) itu telah dilaksanakan sejak Januari 2022. M2ReG melakukan pengabdian sebagai bentuk kepedulian terhadap warga yang kesulitan air bersih.

Masyarakat sekitar di Kecamatan Tamban sering mengeluhkan akses air PDAM yang susah dan kurang meratanya program penyediaan air minum dan sanitasi berbasis masyarakat (Pamsimas) oleh pemerintah.

Baca juga: ULM hasilkan produk inovasi di masa pandemi
Baca juga: ULM ciptakan "Segank" sabun dari eceng gondok multifungsi

Air sungai pun tidak bisa langsung dimanfaatkan karena kandungannya yang belum memenuhi baku mutu air minum yang disarankan kesehatan.

"Dengan adanya alat ini diharapkan masyarakat tidak lagi bingung mendapatkan air yang siap untuk dikonsumsi," jelas Muthia sebagai dosen Teknik Kimia, Fakultas Teknik ULM yang memiliki keahlian di bidang pengolahan air dengan teknologi membran.

Alat filtrasi menggunakan proses ultrafiltrasi dipasang agar warga lebih mudah dan murah dalam mendapatkan air bersih yang layak konsumsi dengan sumber baku air sungai setempat.

Dosen dan mahasiswa ULM bekerja sama membuat alat filtrasi dan membran dalam program pengabdian kepada masyarakat di Desa Tinggiran II Luar. ANTARA/Firman
Dosen dan mahasiswa ULM bekerja sama membuat alat filtrasi dan membran dalam program pengabdian kepada masyarakat di Desa Tinggiran II Luar. ANTARA/Firman

Dia menyebut alat serupa juga telah banyak dipasang oleh tim M2ReG di beberapa lokasi di Kalimantan Selatan terutama di tempat-tempat ibadah, dimana masyarakat lebih gampang memperoleh akses untuk memperoleh air bersih.

Alat filtrasi membran telah dihibahkan dan dikelola oleh aparat desa dan kemudian disalurkan langsung ke masyarakat.

"Programnya terus berlanjut dengan melakukan monitoring selama 6 bulan setelah kegiatan dan menjadi mitra warga desa dalam jasa penyediaan material dan konsultasi perawatan alat," ujar Guru Besar Bidang Ilmu Teknik Kimia Fakultas Teknik ULM itu.

Baca juga: ULM gandeng Universitas Cambridge jajaki kelas internasional
Baca juga: ULM gelontorkan Rp13,4 miliar untuk penelitian 2022
Baca juga: Disebut obat COVID-19, Kemenkeu biayai riset daun sungkai oleh ULM

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel