ULM ciptakan "Segank" sabun dari eceng gondok multifungsi

Tim Materials and Membranes Research Group (M2ReG) Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Kalimantan Selatan menciptakan sabun eceng gondok antikorosi (Segank) yang multifungsi untuk membersihkan berbagai benda dengan efektif.

"Produk ini bisa dimanfaatkan untuk mencuci kendaraan hingga tangki perusahaan," kata Direktur M2ReG ULM Prof. Muthia Elma, S.T., M.Si., Ph.D. di Banjarbaru, Jumat (29/7).

Inovasi produk ramah lingkungan yang memanfaatkan eceng gondok dan minyak jelantah itu pun kini makin diminati.

Muthia menyebut sejumlah usaha jasa pencucian sepeda motor di Banjarmasin telah menggunakan Segank yang dalam riset dan produksinya didukung sepenuhnya PT Pertamina Patra Niaga IT Banjarmasin sebagai bentuk program corporate social responsibility (CSR) dari BUMN itu.

"Kami optimistis pemakaian sabun ini bisa lebih luas lagi di kalangan masyarakat binaan usaha-usaha mandiri yang pada akhirnya membantu sektor UMKM," kata Guru Besar Bidang Ilmu Teknik Kimia Fakultas Teknik ULM itu.

Baca juga: Kemenpan RB: Umumkan Top 50 Inovasi Pelayanan Publik Terpuji 2022
Baca juga: Kemendikbudristek pamerkan produk inovasi Mahakarya Vokasi di Surabaya

Usaha pencucian sepeda motor mitra binaan PT Pertamina di Banjarmasin menggunakan produk Segank. ANTARA/Firman
Usaha pencucian sepeda motor mitra binaan PT Pertamina di Banjarmasin menggunakan produk Segank. ANTARA/Firman

Produk Segank yang telah diluncurkan secara resmi saat pameran Gerakan Bangga Buatan Indonesia (GBBI) di Siring Nol Kilometer Banjarmasin pada tanggal 22—24 Juli 2022 itu diharapkan pula dapat minimalkan permasalahan lingkungan, khususnya eceng gondok yang menumpuk di sungai.

Salah satu jenis tumbuhan air mengapung itu selama ini dianggap sebagai gulma (tumbuhan pengganggu) yang dapat merusak lingkungan perairan hingga sering mengganggu transportasi air.

"Dari yang tadinya seakan tidak berguna, tetapi dengan produk Segank tentu mendongkrak nilai jual eceng gondok di kalangan masyarakat," tuturnya.

Muthia dan tim M2ReG pun kini terus memberikan pelatihan pembuatan Segank bagi masyarakat luas, khususnya binaan PT Pertamina.

Ia menyebutkan salah satunya di Kabupaten Barito Kuala pada tiga kelompok, yaitu di Desa Anjir Serapat Muara 1, Desa Marabahan Baru, dan Desa Anjir Muara Serapat.

Selain melaksanakan pengabdian, beberapa mahasiswa yang tergabung dalam M2ReG kini juga melakukan penelitian untuk menghasilkan adsorben (zat penyerap) dari eceng gondok yang nantinya juga bisa bersaing dengan adsorben-adsorben dari produk luar negeri.

Penelitian ini, kata Muthia, masih dalam tahap penyempurnaan dan proyek percontohan.

Diharapkan pula bahwa produk ini bisa gantikan adsorben yang dibeli dari luar negeri yang kelak diperuntukkan bagi industri, seperti pada pengolahan limbah solar dan limbah minyak sawit.

Baca juga: PeduliLindungi raih penghargaan Inovasi Pelayanan Publik Terpuji 2022

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel