ULM gelontorkan Rp13,4 miliar untuk penelitian 2022

Universitas Lambung Mangkurat (ULM) Kalimantan Selatan menggelontorkan anggaran sebesar Rp13,4 miliar untuk 384 judul penelitian tahun ini melalui Program Dosen Wajib Meneliti (PDWM).

"Dosen yang terlibat dalam PDWM 800 orang," kata Wakil Rektor II Bidang Umum dan Keuangan ULM Achmad Syamsu Hidayat di Banjarmasin, Jumat.

Jumlah penelitian dosen di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terbesar dan tertua di Kalimantan terakreditasi A itu dari tahun ke tahun terus meningkat seiring bergulirnya PDWM yang digaungkan Rektor ULM Prof Sutarto Hadi.

Baca juga: Disebut obat COVID-19, Kemenkeu biayai riset daun sungkai oleh ULM

Untuk tahun 2020 tercatat ada 366 judul penelitian yang melibatkan 806 dosen dengan anggaran Rp10,7 miliar. Pada 2021 meningkat menjadi 369 judul penelitian dan dosen yang terlibat 821 orang dengan anggaran Rp11,7 miliar.

"Untuk sumber dana dari PNBP ULM, ini menjadi komitmen pak rektor mendukung sepenuhnya penelitian sebanyak-banyaknya sebagai perwujudan Tri Dharma Perguruan Tinggi," kata Syamsu.

Untuk membantu dosen dalam mengunggah proposal hingga hasil penelitian dan pengabdian, Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) ULM kini memiliki aplikasi Data dan Informasi Kinerja Utama (DASIKu).

Baca juga: ULM luncurkan kapal riset bekantan dukung penelitian di lahan basah

Baca juga: Balittra dan ULM sepakat kembangkan desain infrastruktur lahan rawa

Aplikasi DASIKu juga memudahkan dosen dalam melengkapi pengisian data pada aplikasi BKD dan Simari, karena nantinya data tersebut sudah tertaut dan sesuai dengan PTIK ULM yang akhirnya seluruh data penelitian dan pengabdian kepada masyarakat dapat terintegrasi dengan baik.

"Kami berharap LPPM dapat terus meningkatkan kinerja layanannya dan kinerja dosen ULM akan semakin tinggi dalam melakukan penelitian dan pengabdian, terlebih ULM sudah berstatus badan layanan umum (BLU)," ujarnya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel