UltraMaraton Tambora Challenge 2020 berikan tantangan baru

Endang Sukarelawati

Ajang lari ultra maraton bertajuk "Kompas Tambora Challenge 320K" digelar pada 22-25 Juli di Sumbawa, Nusa Tenggara Barat, dengan tantangan baru dalam pelaksanaan keenam kalinya, yakni .waktu tempuh (cut off time) yang dipersingkat sekitar empat jam serta kondisi suhu yang lebih ekstrim dari pelaksanaan tahun 2019.

"Tahun lalu CoT di nomor individu 68 jam, di tahun ini menjadi 64 jam. Sedangkan untuk nomor individu menjadi 60 jam. Ada hadiah tambahan bagi peserta yang bisa menuntaskan batasan maksimal ini," kata Wakil Pemimpin Umum Kompas Budiman Tanuredjo dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat.

Baca juga: Lari ultra-maraton 250 kilometer digelar perdana di Aceh

Ia menjelaskan pemotongan CoT ini disesuaikan dengan capaian yang diraih peserta pada tahun-tahun sebelumnya yang sebagian besar bisa menyelesaikan larinya di bawah batas waktu yang sudah ditentukan.

Bahkan, pada nomor individu putri tahun 2019 sempat terjadi perebutan peringkat kedua, yang menandakan ajang lari maraton sejauh 320 kilometer yang dimulai dari Desa Poto Tano dan berakhir di Sabana Doro Ncanga Sumbawa ini berlangsung secara kompetitif.

"Semakin ke sini makin banyak yang bisa masuk finis, bahkan sempat terjadi perebutan podium, hal ini tentu membanggakan untuk ajang lari ultra maraton. Selain itu, kami lihat waktu finis yang diselesaikan peserta pun bisa semakin pendek," pungkas Budiman menjelaskan.

Baca juga: Kristina Madsen juara World Marathon Challenge

Selain waktu tempuh yang dikurangi, Tambora Challenge 2020 juga mengandung tantangan baru dari aspek cuaca. Jika sebelumnya digelar pada bulan Mei, Tambora Challenge tahun ini mundur menjadi bulan Juli dengan suhu malam hari yang lebih dingin dibanding bulan Mei.

Race Director Tambora Challenge Lexi Rohi menjelaskan pada bulan Juli suhu di Pulau Sumbawa dan sekitarnya akan lebih ekstrim akibat pengaruh angin musim dari Benua Australia.

Dampaknya, suhu di siang hari akan lebih panas dan akan menjadi lebih dingin pada malam hari jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya.

"Terkait cuaca juga agak ekstrim karena dingin pengaruh dari Australia. Semoga finisher tahun ini cukup banyak. Untuk start, dulu jam tiga sore (WITA), sekarang menjadi jam empat sore. Waktunya kami mundurkan satu jam semoga bisa membuat peserta terpancing agar bisa lebih mematangkan strategi," kata Lexi.

Ultra Maraton Tambora Challenge 320K berhadiah Rp35 juta bagi peringkat satu nomor individu, peringkat dua Rp28 juta, dan peringkat tiga Rp21 juta. Sedangkan di nomor relay, peringkat satu sebesar Rp30 juta, peringkat dua Rp25 juta, dan peringkat tiga Rp20 juta.