Uluran Tangan BPBD Jawa Timur untuk Korban Banjir di Pasuruan

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur berupaya untuk menguraikan genangan air dari banjir di Pasuruan, Jawa Timur, salah satunya dengan memakai karung pasir.

Selain itu, BPBD Jawa Timur juga mendistribusikan bantuan logistik untuk masyarakat terdampak banjir yang melanda Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur.

“Distribusi bantuan akan terus kami lakukan dan kami harus pastikan semua warga terdampak banjir di Pasuruan mendapatkannya,” kata Plt Kepala Pelaksana BPBD Jatim Yanuar Rachmadi, seperti dikutip dari Antara, ditulis Rabu (4/11/2020).

Turut mendampingi sejumlah pejabat eselon III di lingkungan BPBD Jatim dan Tim Reaksi Cepat BPBD Jatim di kawasan Kedungringin, Kecamatan Beji, Pasuruan. Di lokasi itu, Yanuar mengunjungi lokasi dapur umum Tagana dan menyerahkan bantuan berupa 1 ton beras, 200 liter minyak goreng, 500 dus mi instan, 50 dus paket lauk pauk (1.800 kaleng), dan 26 dus makanan tambahan gizi siap saji (936 kaleng).

Sebelumnya di Desa Kedung Boto, BPBD Jatim bersama LPBI NU Bangil juga melakukan pendistribusian 350 nasi bungkus kepada warga terdampak banjir Pasuruan.

** #IngatPesanIbu

Pakai Masker, Cuci Tangan Pakai Sabun, Jaga Jarak dan Hindari Kerumunan.

Selalu Jaga Kesehatan, Jangan Sampai Tertular dan Jaga Keluarga Kita.

Mengurai Genangan Air

BPBD Kabupaten Pasuruan mencatat dua kecamatan di Kabupaten Pasuruan terdampak banjir pada Minggu, 1 November 2020. (Foto: Dok BPBD)
BPBD Kabupaten Pasuruan mencatat dua kecamatan di Kabupaten Pasuruan terdampak banjir pada Minggu, 1 November 2020. (Foto: Dok BPBD)

Pada kesempatan tersebut, BPBD Jatim berkoordinasi dengan Kalaksa BPBD Kabupaten Pasuruan Tectona Jati dan Kades Kedungringin Risky Wahyuni terkait perkembangan banjir dan upaya percepatan penanganannya.

Hasil koordinasi tersebut didapati kondisi banjir di sebagian Kecamatan Beji sedikit menyusut, yang rinciannya yaitu Desa Kedungringin dengan ketinggian air 20 cm hingga 80 cm, Desa Kedung Boto 10 cm hingga 60 cm, dan Desa Cangkring Malang dengan ketinggian 20 cm hingga 50 cm.

Sedangkan di Kecamatan Gempol, untuk Desa Gempol dan Kejapanan dengan ketinggian air 20 cm hingga 50 cm dan Desa Legok 20 cm hingga 50 cm.

"Kami juga sedang mencari solusi untuk mengurai genangan air. Sementara dicoba menggunakan 'sandbag' (karung pasir) untuk membendung aliran air dari atas, sambil menyiagakan mesin pompa," tuturnya.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini