Uluran Tangan Yayasan Erick Thohir Bikin Warga Musala di Lampung Bersemangat Ibadah

·Bacaan 3 menit
Menteri BUMN Erick Thohir pada Ulang Tahun ke-57 RNI dan peringatan Hari Pangan Sedunia di Jakarta, Selasa (19/10/2021).

Liputan6.com, Jakarta - Sekelompok anak muda mendatangi Samijo yang adalah pemilik tanah waqaf yang sekaligus jadi pengurus Taman Pendidikan Alquran (TPA) sebuah musala yang terletak di RT03/RW01 di Desa Sudimoro Induk, Kecamatan Semaka, Kabupaten Tanggamus, Lampung. Sekelompok pemuda tersebut mengulurkan tangannya untuk membantu memperbaiki kondisi musala sehingga layak untuk digunakan.

Musala tersebut memang sering kali berbau pesing karena tidak dilengkapi dengan MCK yang layak, cukup memprihatinkan. Padahal peran musala ini penting. Selain sebagai tempat ibadah juga digunakan untuk menampung anak-anak untuk belajar baca tulis Alquran.

Siswa-siswi baca tulis Alquran kadang sering menumpang ke rumah warga yang bersebelahan dengan musala. Tak jarang ada yang buang air kecil di sekitar musala. Sehingga bau pesing menyengat di sekitar tempat ibadah.

Samijo yang berumur 56 tahun ini bercerita, ia sangat ingin memperbaiki musala tersebut dengan meminta bantuan warga sekitar. Namun sebelum rencana tersebut direalisasikan datanglah para anak muda itu.

"Saya sebenarnya sudah berencana membuat proposal dan datang mengetuk pintu warga agar menyisihkan hasil penjualan panen mereka untuk membantu pembangunan mushola dan fasilitas wudhu. Tapi belum sempat jalan dari pintu ke pintu, tiba-tiba datang uluran tangan dari anak-anak muda yang mengaku dikirim oleh Yayasan Erick Thohir," Jelas Samijo dikutip dari Republika, Rabu (10/11/2021).

Yayasan Erick Thohir bersedia membantu menyediakan bahan material untuk pembangunan fasilitas musala. Namun dengan syarat warga mau bergotong-royong mengerjakan. Tugas Samijo meyakinkan warga untuk bahu-membahu mengerjakan.

"Setelah warga setuju untuk mengerjakannya secara gotong royong, dalam waktu tidak sampai dua hari seluruh bahan bangunan yang dibutuhkan sudah sampai di lokasi. Dan kami bisa langsung bekerja," kata Samijo.

Seluruh warga desa bergotong royong. Termasuk ibu-ibu di dapur umum. Hasilnya, material yang dikirimkan Yayasan Erick Thohir menjelma menjadi MCK, tempat wudhu, serta paving blok halaman musala hanya dalam waktu lima hari. Hasilnya bisa langsung dinikmati oleh jamaan maupun siswa-siwi TPA.

"Sekarang jamaah dan siswa TPA tidak perlu numpang wudhu atau ke toilet di rumah saya lagi. Lingkungan sekitar Mushola juga tidak bau pesing lagi, sebab sudah ada toilet yang bagus dan bersih. Warga juga lebih bersemangat beribadah karena sudah tersedia fasilitas tempat wudhu," ucap Samijo.

* Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

Dampak

Dampak sangat dirasakan khususnya bagi anak-anak karena dapat beribadah dan menuntut ilmu agama dengan nyaman. Tak lepas dari peran dan bantuan Yayasan Erick Thohir.

"Sekarang yang dirasakan (setelah dibangun) sangat nyaman dan layak, saya berterimakasih kepada Yayasan Erick Thohir karena sudah memberikan kenyamanan luar biasa dan dapat memotivasi anak-anak untuk terus mengaji dan beribadah, dan lebih religius lagi," ujar warga Desa Sudimoro Induk Gito Rolis yang juga menitipkan anaknya sebagai siswa TPA di musala tersebut.

Musala At Ataqwa ini merupakan salah satu objek dari 520 program social healing yang dilaksanakan oleh Yayasan Erick Thohir di Sumatra. Desa Sudimoro Induk sendiri adalah desa ke-49 dari seluruh rangkaian kegiatan sosial tersebut.

Erick Thohir mengatakan bahwa program social healing ini diharapkan dapat menjadi api kecil yang menyalakan semangat gotong royong royong warga untuk memiliki fasilitas publik yang lebih baik.

"Yayasan saya membuat membantu desa-desa berupa fasilitas olah raga, keagamaan dan taman bermain. Alhamdulillah kita lakukan di 520 desa di sumatera mengingat 5 tahun meninggalnya alhamarhum Bapak saya," kata Erick Thohir.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel